• News
  • Webinar Kemenkominfo dan DPR Angkat Tema “Cara Kreatif dan Produktif dalam Bermedsos”

Webinar Kemenkominfo dan DPR Angkat Tema “Cara Kreatif dan Produktif dalam Bermedsos”


Laporan Wartawan TabloidPamor, Scholastica Vania PS

TABLOIDPAMOR.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) RI bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah menyelenggarakan seminar online dengan tema yang diangkat Webinar: “Cara Kreatif dan Produktif dalam Bermedsos”, diselenggarakan pada hari Selasa, 21 Mareti 2023 melalui platform zoom meeting.

Dalam seminar tersebut terdapat empat pembicara yang mumpuni pada bidangnya, yaitu Dr. H. Jazuli Juwaini, MA (Anggota Komisi I DPR RI), Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc. (Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Kominfo RI), Dr. Ail Muldi, M.Ikom (Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Untirta), serta Habib Idrus Salim Al Jufri (Ketua Himpunan Da’i Muda Indonesia dan Influncer). 

Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Webinar yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Webinar tersebut memiliki beberapa tujuan di antaranya adalah untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana untuk berkreasi dan prlduktif; memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Dirjen APTIKA Kementerian Kominfo; mengedukasi tentang cara kreatif dan produktif dalam menggunakan sosial media.

Sesi paparan diawali oleh sambutan H. Jazuli Juwaini, menyampaikan bahwa,  "Dunia berkembang pesat akibat revolusi teknologi digital. Hal ini kemudian menciptakan dunia yang tanpa batasan waktu dan ruang. Sejalan dengan perkembangan tersebut, munculah dampak yang dihasilkan. Terdapat dampak negatif dan positif dari maraknya perkembangan digital. Diantara dampak negatif tersebut yaitu hoax, disinformasi hingga maraknya ujaran kebencian. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa dampak positif lebih banyak dapat kita nikmati dari perkembangan teknologi ini. Salah satunya yaitu kemunculan media sosial, sebagai wadah untuk berkomunikasi tanpa batasan jarak dan waktu,"jelas Jazuli dalam sambutannya.

Jazuli melanjutkan. "Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai ajang untuk berkomunikasi, menunjukkan kemampuan, hingga meningkatkan ekonomi. Selanjutnya Bapak Jazuli menyebutkan bahwa banyak sekali pengusaha yang menggunakan media sosial sebagai sarana untuk berjualan dan melanjutkan bisnisnya. Diantara hal yang dapat dilakukan untuk berkreasi dan produktif di media sosial, yaitu tetapkan tujuan aktivitas media sosial yang ingin dilakukan, siapkan konten terbaik dan konsisten, gunakan media sosial yang sesuai dengan target, berinteraksi dengan pengikut anda, gunakan analitik, pelajari pengusaha yang sudah sukses, ikuti tren, "pungkasnya.

Selanjutnya paparan Semuel Abrijani Pangerapan yang akrab disapa Semmy melalui tampilan video, menjelaskan bahwa, "Pesatnya perkembangan teknologi yang semakin maju dengan adanya panedemic covid-19 telah mendorong kita untuk berinteraksi dan melakuakan berbagai aktivitas melalui platform digital, kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegas bahwa kita berada di era percepatan trasnformasi digital, "jelas Semmy melalui tanyangan videonya.

Semmy lenjutkan. "KOMINFO mengemban pada Presiden Joko Widodo sebagai garda terdepan dalam memimpin upaya percepatan transformasi digital bangsa Indonesia. Dalam mencapai visi dan misi tersebut kementrian KOMINFO berperan sebagai regulator, fasilitatir, eksalator di bidang digital diindonesia. Dalam rangka menjalankan salah satu mandat tersebut terkait pengembangan SDM digital kementrian KOMINFO bersama gerakan nasional Literasi Digital, serta jejaring hadir untuk memberikan perhatian informasi digital yang menjadi kemampuan digital ditingkat dasar bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang baik masyarakat dengan pemerintah agar masyarakat tidak tertinggal dalam proses percepatan transformasi digital, "tutup Semmy.

Selanjutnya adalah paparan materi oleh Bapak Didik Hermawan selaku Pegiat Solo Muda Kreatif. Bapak Didik menyampaikan bahwa personal branding adalah proses menciptakan atau mengelola identitas diri atau citra diri. Dengan keberadaan dunia digital sekarang ini, media sosial dapat digunakan untuk meningkatkan citra diri atau memperkenalkan identitas diri agar dikenal oleh publik atau pengguna media sosial lainnya. Citra diri yang ditampilkan juga pastinya harus autentik dan ditampilkan secara jujur. Tahap penting yang dilakukan sebelum melakukan personal branding yaitu mengenali diri sendiri sehingga keunikan dan keahlian diri sendiri agar tujusn individu dalam melakukan personal branding tercapai. Hal-hal positif tersebut yang kemudian menjadi citra diri yang ingin dikenal. Kemudian yang perlu diperhatikan juga yaitu strategi konten dalam menegenali siapa saja sasaran personal branding yang menjadi target market. Kalau sasaran sudah dikeathui maka cara penyampaian personal branding akan menyesuaikan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Tahap selanjutnya yaitu membangun koneksi atau jaringan yang luas, jika kebaikan dan keunikan dari suatu individu dikenal atau diketahui lebih banyak orang maka tujuan dari personal branding itu akan lebih mudah dicapai.

Selanjutnya, pemaparan materi Ail Muldi, menjelaskan bahwa, "Perkembangan teknologi menyebabkan munculnya media baru dan memengaruhi arah dan interaksi komunikasi masyarakat dengan digital. Lebih lagi, pandemi semakin menyukseskan peralihan komunikasi tersebut."

"Dari total 276,4 juta penduduk Indonesia, terdapat 212,9 juta pengguna internet dan 167 juta yang menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi aktif. Terdapat empat platform yang masif digunakan oleh masyarakat, yaitu Youtube, Facebook, TikTok, dan Instagram. Keempat media sosial ini digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat, tidak ada batasan pengguna. Namun generasi Milenial adalah pengguna yang paling dominan, yaitu di rentang umur 10-39 tahun. Mereka lahir dan bertumbuh kembang dengan media sosial sebagai media untuk berkomunikasi, "kata Ail.

Ail Muldi melanjutkan, "Ada tujuh manfaat jika kita kreatif dan produktif dalam menggunakan media sosial, yaitu dapat belajar hal baru, membuat keputusan tepat, pengembangan bisnis atau bekerja, pemasaran produk atau jasa, pekerjaan sampingan, media untuk berbagi informasi kepada publik, media paling up to date karena tidak memiliki batasan ruang dan waktu, "tandas Ail.

Paparan materi terakhir Habib Idrus Salim Al Jufri, dalam paparannya menitik beratkan poin materi tentang personal branding. Habib Idrus menjelaskan bahwasanya dalam gempuran media sosial ini penting untuk diperhatikan dengan serius adalah tentang bagaimana seseorang membangun citra diri dalam bermedia sosial.

"Sebagai platform digital, dangat memungkinkan individu untuk terkenal apabila personal branding dibangun dirasa sesuai dan menarik minat pengguna media sosial. Hal inilah yang kemudian dapat dikonversi selanjutnya sebagai sarana berdakwah ataupun meningkatkan popularitas, hingga menambah penghasilan, "jelas Habib.

Lanjut Habib Idrus, "Penting untuk diperhatikan bagi para pengguna media sosial untuk konsisten dan membuat konten yang menarik. Namun disebutkan oleh Habib bahwa yang lebih penting lagi adalah dengan memulai dari sekarang dan tidak menunda, "tambah Habib.

Setelah paparan materi dari ke empat narasumber selesai, dilanjutkan sesi tanya jawab untuk peserta. Para peserta sangat antusias dalam memberikan pertanyaan. Dengan adanya acara ini diharapkan masyarakat dapat melakukan Literasi Digital sebagai dukungan kepada pemerintah mewujudkan transformasi digital Indonesia.