• News
  • USIA BUKAN PENGHALANG, SELAGI RAGA MASIH SANGGUP MENOPANG

USIA BUKAN PENGHALANG, SELAGI RAGA MASIH SANGGUP MENOPANG


Sungai Kranji memiliki banyak manfaat bagi masyarakat yang tinggal disepanjang bantaran sungai. Malahan ada sebagian warga yang menjadikan Sungai Kranji sebagai mata pencaharian demi keberlangsungan hidupnya.

Seperti mbah Datim misalnya, warga yang tinggal di Desa Sawangan, Kedungwuluh, Purwokerto Barat ini memanfaatkan aliran Sungai Kranji untuk mencari pasir.  

Ia mulai melakukan aktivitasnya dalam mencari pasir pada pukul 08:00 WIB hingga pukul 12:00 WIB siang, dengan membawa alat seadanya yaitu cakul dan ember, mbah Datim melangkahkan kakinya menuju sungai.

Sesampainya di sungai Kranji, bergegas ia langsung menyelam kedalam sungai untuk mengambil pasir dan mengeruk pasir itu dengan ember, sungguh suatu kegiatan yang tidak biasa dilihat kebanyakan orang, mengingat usianya yang sudah menginjak usia 95 tahun.

Pasir yang telah diperoleh dari hasil menyelamnya, kemudian ditaruh dipinggir yang tak jauh dari aliran sungai, dengan pacul yang digenggamnya ia mulai mengayunkan secara perlahan untuk mengumpulkan pasir-pasir tersebut untuk dijadikan satu.

Setelah dirasa cukup dengan pasir yang diperoleh, sejenak kemudian ia merebahkan tubuh rentanya sembari ngobrol  sekadar untuk melepas lelah.

Sebatang rokok ia hisap sambil menceritakan tentang pengalaman hidupnya kepada tabloidpamor.com dalam mencari pasir di sungai ini.

Zaman dulu, ketika Indonesia  masih menjadi tanah jajahan, banyak masyarakat yang menderita dalam mencari penghidupan, sama halnya seperti yang dirasakan mbah Datim dimasa itu.

"Rekasane zaman Jepang, terang 3 tahun, bingung arep nandur karo apa,”  tutur Jo Datim sapaan akrabnya.

Sudah 85 tahun lamanya beliau mencari pasir di Sungai Kranji, tepatnya pada tahun 1935 pada masa itu dari penghasilan pertama mencari pasir hanya dihargai 2 perak saja. 

Hingga saat ini diusianya yang sudah renta,ia masih menekuni pekerjaan tersebut jadi seorang penambang pasir,  jika sungai tidak banjir beliau selalu rutin mencari pasir d Sungai Kranji dan menjualnya dengan harga Rp 50 ribu per satu gerobak.

Karena baginya usia bukanlah sebuah penghalang, selagi raga ini masih sanggup menopang, ia akan tetap terus berjuang, mencari pundi-pundi uang, demi kelangsungan hidup dan keluarganya.//Iwon