• News
  • Unik, Nyolong HP Balik Lagi Minta Maaf Pada Korban

Unik, Nyolong HP Balik Lagi Minta Maaf Pada Korban


Banjar - Hal yang unik namun menjadi pelajaran bagi semua, pasalnya seorang pria berinisial A, yang bekerja sebagai penjaja minuman di wilayah Kota Banjar, memiliki kesempatan mengambil sebuah handphone dalam sebuah motor. Namun aksinya tersebut urung dilakukan, sehingga pelaku kembali menemui korban dan meminta maaf atas kelakuannya tersebut.

Kejadian di Jalan Baru, Lingkungan Cimenyan, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, pada Selasa (14 Januari 2020), kemarin tersebut hampir menyedot perhatian warga disekitar. Meski telah berniat baik untuk mengembalikan barang curiannya tersebut, warga yang emosi sempat memberi peringatan dengan "bogem mentahnya" kepada pelaku, hingga Polsek Banjar mengamankan pelaku.

Kapolsek Banjar, Kompol Dadi Suhendar S.H, melalui Panit I Reskrim Polsek Banjar, Ipda. Sudarto, menuturkan, kronologis pencurian tersebut dilakukan dilakukan ketika korban (Reni), hendak menjemput anaknya sekolah, tanpa disadari HP nya disimpan dikeropak motor, hingga pelaku yang datang dari arah belakang langsung menyambar HP tersebut, hingga diteriaki jambret.

"Pelaku sempat berhenti disamping motor korban, lalu membawa kabur HP. Hingga sampai dilingkungan Cikabuyutan Barat, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, pelaku balik lagi dan meminta maaf kepada korban atas apa yang diperbuatnya itu," terang Sudarto, diruang kerjanya Rabu, (15 Januari 2020).

Lebih lanjut Sudarto mengatakan, tersangka masih menginap di Polsek Banjar untuk beberapa waktu, namun proses hukumnya akan dihentikan, karena korban sendiri tidak mau melakukan pelaporan atas perbuatan tersangka, karena saat kejadian HP-nya langsung dikembalikan kepada korban sehingga pihak Polsek Banjar hanya lakukan pembinaan kepada pelaku.

"Tersangka kami amankan karena menjadi pusat perhatian dan korban tidak mau proses hukum, karena beberapa saat kejadian HP-nya langsung dikembalikan kepada korban oleh pelaku. Perkara ini akan diselesaikan dengan pembinaan dengan pertimbangan, pelaku khilaf dan sadar menyesali apa yang dilakukan, baru pertama kali dan ketika itu, HP dikembalikan kepada korban," pungkas Sudarto.//yuli.