• News
  • Tindak Lanjut Kebijakan PSBB, Tim Gugus Tugas Covid-19 Monitoring Swalayan dan Toko Emas

Tindak Lanjut Kebijakan PSBB, Tim Gugus Tugas Covid-19 Monitoring Swalayan dan Toko Emas


Banjar - Pemerintah Kota Banjar melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kota Banjar melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah toko swalayan dan perhiasan di seluruh Kota Banjar, Sabtu (23 Mei 2020).

Puluhan personel TNI-Polri, Sat PP dan Dishub Kota Banjar dikerahkan untuk melakukan pengecekan dan monitoring Toserba Padjajaran, Toserba Yogya, Toserba Samudra yang sementara waktu ini ditutup. Selain itu juga dilakukan ke toko-toko perhiasan diseluruh Kota Banjar, diantaranya Toko Emas Klenteng, Toko emas Hidup Makmur, Toko Mas dewi, Toko Mas Sangkuriang, Toko Mas Indah, Toko Mas Semar, Toko Mas Tiara, Toko Mas Model Baru, dan Toko Mas Surabaya.

Sidak ini dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Banjar, H. Nana Suryana, didampingi Karumkit Polda Jabar, Kombes Pol. dr. Harry Kamijantono, Sp.OT., FICS., M.M., Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana, S.I.K., Dandim 0613/Ciamis, Letkol Arm Tri Arto Subagio, M.Int.Rel., M.M.D.S., Kepala Kejaksaan Negeri Banjar, Gunadni SH., M.H., dan Sekda Kota Banjar, Ade Setiana. Mereka menyambangi ketiga swalayan yakni Padjajaran, Yogya, dan Samudra, untuk melakukan penyegelan.

"Ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Walikota Banjar yang disepakati bersama untuk menutup tiga swalayan yakni Padjajaran, Yogya, dan Samudra, maka kita lakukan penyegelan," ujar Wakil Walikota dalam sambutannya dalam Apel pelaksanakan pengecekan dan monitoring swalayan dan toko perhiasan di Pendopo Kota Banjar.

Lebih Lanjut, H. Nana mengatakan, pihaknya bersama seluruh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Banjar juga melakukan pengecekan serta monitoring sejumlah toko perhiasan di Kota Banjar. Ini dilakukan lantaran Toko Perhiasan bukan merupakan bagian dari yang diperbolehkan buka selama penerapan PSBB.

"Kita tahu semua, Kota Banjar memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar tahap ke dua selama 14 hari kedepan. Ini hasil dari evaluasi penerapan tahap pertama," ujarnya.

"Toko swalayan untuk sementara waktu ditutup selama tiga hari sejak 23-25 Mei 2020, lantaran masih saja membandel tidak bisa diatur karena melanggar penerapan PSBB. Tetapi apabila melanggar lagi maka akan kita tutup kembali," tambahnya.

H. Nana berharap di momen akan menghadapi hari raya Idul Fitri, Hari Raya Kemenangan, mudah-mudahan semua benar-benar suci, suci hati untuk selalu tidak berburuk sangka. "Hayu kita menjadi pejuang-pejuang, semuanya tanpa terkecuali dalam memutus rantai penyebaran Covid-19," katanya.

H. Nana menambahkan, pihaknya tidak mau berbenturan dengan apapun, tetapi karena peraturan untuk mendisiplinkan, untuk menempatkan sesuatu, secara profesional, secara protokol Covid-19, terpaksa harus dilakukannya. "Saya sedih menutup swalayan, tetapi sudah tidak bisa diatur lagi ya sudah," tandasnya.

Selain melakukan penyegelan ketiga swalayan di Kota Banjar, pihaknya juga melakukan penyegelan ke semua toko perhiasan. Serta memberikan imbauan kepada pemilik toko-toko lainnya untuk menerapkan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan dan meminta pengunjung dan karayawan untuk selalu menjaga jarak, tentunya juga menggunakan masker.//yuli.