• News
  • Tim Gabungan TNI-Polri Pangandaran Monitoring Kampanye Terbatas Paslon nomor urut 1

Tim Gabungan TNI-Polri Pangandaran Monitoring Kampanye Terbatas Paslon nomor urut 1


Pangandaran - Guna mengantisipasi adanya mobilitas massa pendukung, jajaran personel Kepolisian Sektor Parigi Polres Ciamis Polda Jabar melaksanakan pengamanan kegiatan kampanye terbatas pasangan calon bupati Pangandaran nomor urut 1, H. Jeje Wiradinata.

Kampanye terbatas tersebut dilaksanakan rumah warga Citra Fitriyami, SH., di Dusun Karangbenda Rt.03 Rw.01, Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (17 Oktober 2020).

Pelaksanaan kampanye terbatas tersebut, tidak hanya dilakukan di kediaman Citra Fitriyami, tetapi juga dilakukan di 11 rumah warga di Desa Karangbenda. Namun untuk 11 rumah warga lainnya dilakukan kampanye secara dalam jaringan (daring) atau online dan untuk Calon Bupati Nomor urut 1 ini kampanye dari kediaman Citra Fitriyami dengan masing-masing rumah warga dihadiri oleh 50 orang warga.

Pengamanan kampanye terbatas kali ini melibatkan beberapa personel gabungan TNI-Polri dan instansi pemerintah terkait yang terdiri dari anggota Polres Ciamis Polda Jabar di wilayah Kabupaten Pangandaran, Kodim 0613/Ciamis melalui jajaran Koramil, Satpol PP Kabupaten Pangandaran, dan Panwas Kecamatan Pangandaran. Personel gabungan tersebut disebar di beberapa tempat di Desa Karangbenda yang mengikuti kampanye terbatas secara daring.

Saat Pemantauan, Kapolsek Parigi, AKP Iwan Setiawan mengatakan, pengamanan ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya mobilisasi massa pendukung yang mendatangi lokasi kampanye terbatas paslon bupati Pangandaran nomor urut 1. Selain itu juga untuk mencegah terjadinya kerumunan dari massa yang hadir dilokasi kampanye.

"Kampanye terbuka kali dibatasi, karena saat ini dalam situasi pandemi Covid-19. Pengamanan tidak hanya memberikan rasa nyaman kontenstan, dan warga masyarakat, tetapi juga untuk mengantisipasi timbulnya kerumunan yang dapat memicu sebagai penyebaran bahaya virus corona yang sedang mewabah," terang Kapolsek.

Dikatakan Kapolsek, selama bertugas, petugas bersikap tegas dengan selektif melihat warga yang hadir. Dimana warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker diminta untuk kembali kerumah dan jumlah warga dibatasi tidak boleh lebih dari 50 orang.

Kampanye terbuka kali ini diikuti kurang lebih 50 orang dan dilaksanakan di 12 rumah warga di Desa Karangbenda, dimana mereka semua menerapkan protokol kesehatan. Bagi mereka yang melanggar akan kami tindak langsung dengan cara memintanya untuk kembali kerumah masing-masing.

"Tujuan pemberlakukan pembatasan, demi mengantisipasi penyebaran Covid-19. Sekarang kan masih masa pandemi," tandasnya.

Kapolsek menambahkan selain berjaga, petugas pengamanan juga menyampaikan imbauan untuk selelu menerapkan protokol kesehatan pencegah penyebaran Covid-19. "Cegah Covid-19 ingat selalu protokol kesehatan yang 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta tidak berkerumun. Ini semua wajib diterapkan sebagai upaya bersama memutus rantai penyebaran Covid-19," katanya.//heru.