• News
  • Tiga Narsum Mumpuni Hadir di Seminar┬áSosialisasi Analog Switch Off (ASO) Kemenkominfo dan DPR RI

Tiga Narsum Mumpuni Hadir di Seminar Sosialisasi Analog Switch Off (ASO) Kemenkominfo dan DPR RI


 PAMOR.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online dengan tema yang diangkat Sosialisasi Analog Switch Off (ASO) dan Seremoni Penyerahan bantuan Set Top Box (STB) Kementerian Kominfo RI bersama Komisi I DPR RI pada hari Rabu, 23 November 2022 secara hybrid. Terdapat sebanyak 20 peserta hadir secara langsung, dan ada 80 peserta yang hadir secara virtual zoom meeting.

Dalam seminar tersebut terdapat tiga pembicara yang mumpuni pada bidangnya, Mayjen. TNI. Mar. (Purn) Sturman Panjaitan, SH. (Anggota Komisi I DPR RI), Dimas Aditya Nugraha (Koordinator Audio Visual dan Media Sosial Kominfo RI) dan Pdt. Apul Simanjuntak (Ketua IPMB Batam). 

Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap kebijakan Analog Swich Off (ASO) yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Webinar tersebut memiliki beberapa tujuan di antaranya adalah Mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis; Mendorong masyarakat menuju TV Digital; Memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat; Memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan infrastruktur TIK yang dilakukan oleh pemerintah khususnya Kementrian Kominfo; Mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya. 

Sesi paparan diawali oleh Mayjen. TNI. Mar, (Purn) Sturman Panjaitan, SH yang menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI. Dalam paparannya menjelaskan bahwa, "Kebijakan terkait dengan Analog Switch Off ini harus di dukung penuh, dan harus segera terealisasi. Hal ini dibutuhkan agar Indonesia bisa tetap up to date dengan perkembangan jaman. Bapak Sturman juga menghimbau masyarakat agar bisa mengimplementasikan kebijakan ini dengan baik. Sebab bila sudah beralih ke siaran TV digital, banyak manfaat yang bis akita dapatkan. Langkah yang saat ini diberlakukan, memang bukan langkah yang mudah, oleh karena itu, Bapak Sturman mengajak para hadirin untuk bisa mengimplementasikan dan turut mensukseskan program pemerintah yang satu ini. Di sisi lain, pemerintah saat ini juga tengah gencar dalam membangun infrastruktur serta mensosialisasikan terkait kebijakan ini, " jelas Sturman Panjaitan dalam pembuka paparan.

Selanjutnya adalah paparan materi oleh Dimas Aditya Nugraha. selaku Koordinator Audio Visual dan Media Sosial Kominfo RI. menjelaskan bahwa. "Setidaknya terdapat lima urgensi kenapa kita harus segera beralih dari TV analog, ke TV digital. Adapun poin yang menjadi urgensi tersebut yakni: (1) Penyiaran yang berkualitas; (2) Efisiensi penggunaan frekuensi, yang nantinya akan mendorong perekonomian; (3) Penataan frekuensi, yang nantinya akan berdampak pada kemajuan ekonomi digital dan industri; (4) Tersedianya digital dividend; (5) Menghindari sengketa dengan negara lain terkait dengan intervensi spektrum frekuensi, " terang Dimas Aditya.

Lanjut Dimas Aditya, "Yang harus kita perhatikan dalam beralih dari TV analog ke siaran TV digital bahwa Indonesia termasuk ke dalam negara yang paling akhir dalam mempersiapkan ASO untuk regional Asia Tenggara bersama dengan Timor Leste. Berangkat dari itu, saat ini pemerintah tengah giat dalam membangun infrastruktur guna kebijakan tersebut bisa terealisasi dengan baik, "tambah Dimas Aditya.

Dan paparan terakhir adalah paparan materi dari Pdt. Apul Simanjuntak selaku Ketua IPMB Kota Batam menyampaikan bagaimana kebijakan Analog Switch Off ini dari sudut pandang teologi Kristen. "Bahwa dalam sudut pandang ke-kristenan, Kebijakan ini merupakan sesuatu yang harus kita sambut dengan penuh sukacita dan penuh antusias. Oleh karena itu, kita harus menguasai teknologi yang berkembang sekarang ini, bahkan kita di perkenankan untuk menguasai teknologi. Namun jangan sampai kita yang dikuasai oleh teknologi dan saran kepada pemerintah agar sosialisasi semacam ini agar bisa digalakkan kembali. 

 Adanya acara ini diharapkan masyarakat dapat melakukan literasi digital sebagai dukungan kepada pemerintah mewujudkan transformasi digital Indonesia. //VAN