• News
  • Tahun 2022: NASDEM ADAKAN KONVENSI CAPRES

Tahun 2022: NASDEM ADAKAN KONVENSI CAPRES


JAKARTA - Tampilnya sejumlah orang muda dalam survei Pilpres-2024 membawa harapan baru bagi masa depan Indonesia yang lebih cemerlang. 
Selain itu hal lain yang menggembirakan adalah meskipun pilpres relatif masih lama, tapi publik sudah begitu antusias untuk berwacana tentang siapa kelak yang akan menggantikan Presiden Jokowi. Demikian antara lain pernyataan wakil sekjend Partai Nasdem dalam dialog Prime Time bertajuk "Silau Panggung Pilpres" yang diselenggarakan stasiun TV berita CNN, Kamis (10/6/2021).  

Selain Taslim, dialog tersebut menampilkan pakar politik Burhanudin Muhtadi dan ketua DPP PDI Nusyirwan Soejono.

Pertanyaannya, bagaimana dengan posisi Partai Nasdem sendiri? Menurut Wakil Sekjen DPP Partai NasDem itu, bahwa pihaknya akan menyelenggarakan konvensi pada tahun 2022.

 "Pilpres adalah ajang untuk mencari dan memilih figur yang akan menjadi Nakoda  Republik ini. Jadi, dia harus yang terbaik buat masa depan bangsa. Dan, untuk menemukan figur yang demikian, maka Nasdem telah berketetapan hati akan melakukan penjaringan  dalam  sebuah perhelatan Konvensi. Rencananya akan diselenggarakan tahun 2022. Saat ini kami tengah mematangkan konsep penyelenggaraannya," kata Wakil Sekjen DPP Partai NasDem, Hermawi Taslim dalam keterangannya, Jumat (11/6/2021) kepada media di Jakarta.

Taslim menegaskan, secara paralel, Nasdem terus membangun komunikasi dengan partai2 untuk membangun koalisi untuk memastikan, aga mencukupi pesyaratan 20 persen untuk mengusung paslon. dengan demikian konvensi idealnya di selenggarakan bersama dengan partai koalisi.

Konvensi, masih menurut Taslim, adalah pekerjaan besar. Dalam proses pengambilan keputuaan, Konvensi akan melibatkan seluruh perangkat partai mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat pusat, dan saat ini Nasdem tengah merampungkan seluruh perangkat ketentuan dan nanti pada saatnya akan disetujui bersama dg partai koalisi.           

Sementara itu, Burhanuddin Muhtadi dari lembaga survey Indikator Politik Indonesia mengatakan, masih terlalu dini untuk menebak-nebak arah koalisi pilpres. Karena partai-partai politik sebagai pengusung masih terus melakukan proses penjajakan koalisi dan seleksi para kandidat dengan pedekatan masing-masing.//IST