• News
  • Sunda Empire, H. Yat Rospia: Mereka Bukan Bagian Dari Kerajaan Galuh

Sunda Empire, H. Yat Rospia: Mereka Bukan Bagian Dari Kerajaan Galuh


Ciamis - Belum usai masyarakat dihebohkan dengan kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah, kini publik kembali digemparkan dengan kemunculan Sunda Empire-Earth Empire (SE EE) di Bandung, Jawa Barat.

Tampak terlihat dari beberapa foto yang telah beredar, sekumpulan orang yang tergabung dalam Sunda Empire-Earth Empire dengan kompak mengenakan seragam militer, warnanya loreng. Lengkap dengan pangkat, brevet, dan topi.

Menanggapi kemunculan Sunda Empire-Earth Empire tersebut Ketua Dewan Kebudayaan Galuh Ciamis, Dr. H. Yat Rospia Brata, Drs., M.Si., mengatakan tidak ada keterkaitannya dengan bagian dari Kerajaan Galuh. Menurutnya keberadaan organisasi ini berorientasi pada uang dan menyimpang dari sejarah Tatar Sunda. Dirinya juga tidak mengenal orang-orang yang ada di foto Sunda Empire.

"Orang-orang yang ada di Sunda Empire mereka bukan dari Raja Galuh. Karena untuk di Galuh sendiri di Ciamis ini katakanlah pusatnya banyak sekali yang mengklaim saya sebagai trah Galuh. Silahkan-silahkan saja, bebas-bebas aja. Cuma yang tidak bagusnya itu adalah kenapa masuknya ke ranah politis," tutur Ketua Dewan Kebudayaan Galuh Ciamis, Dr. H. Yat Rospia Brata, Drs., M.Si., kepada tabloidpamor.com saat ditemui di kediamannya di Cisaga, Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (18 Januari 2020).

Lebih lanjut, H. Yat Rospia menuturkan bahwa kehadiran Sunda Empire-Earth Empire dan Keraton Agung Sejagat merupakan suatu jaringan yang berorientasi pada uang dan terindikasi pada keinginan mendirikan kerajaan atau negara sendiri. Masyarakat dihimbau agar tidak mudah percaya atau ikut dalam kegiatan tersebut.

"Tetapi yang jelas bagaimanapun saya tidak setuju mereka main-main dengan budaya, seolah-olah itu nanti justifikasi (kebenaran) sejarah. Tidak bisa begitu, kalau ingin tahu soal budaya, tanyakan pada ahlinya atau pada keturunan-keturunannya. Jangan tiba-tiba muncul kemudian pakai atribut-atribut militer, menurut saya itu interaksi simbolik bahwa dia ini siapa, tetapi ya dibalik itu ada hal-hal lain bersifat financial dan itu jelas menipu masyarakat," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, untuk kasus Keraton Agung Sejagat, polisi telah menangkap 'Raja' Toto Santoso (42) dan 'Permaisuri' Fanni Amidania (41). Toto dan Fanni telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenai pasal tentang Penipuan dan Perbuatan Onar.//yuli.