• News
  • SUGUHAN WAHANA EKSTREM SIPENTUL GUNUNGWULED YANG EKSOTIK DAN MENANTANG

SUGUHAN WAHANA EKSTREM SIPENTUL GUNUNGWULED YANG EKSOTIK DAN MENANTANG


Purbalingga- Hamparan pengunungan nan indah dan eksotik mengitari sebuah Dusun Sipentul, Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah. Satu lagi potensi wahana wisata alam terbuka dengan kondisi alam yang menantang bagi para wisatawan penghobi alam ekstrim.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, didampingi suami bersama Dandim Purbalingga 0702,  Jong Purbalingga dan sejumlah media dalam kegiatan Piknik Neng Purbalingga bersama rombongan  mencoba sensasi petualangan ekstrimnya alam Sipentul, Minggu (16 Agustus 2020) lalu.

Lebih lanjut, ia menuturkan, “Dengan beroperasinya Bandara JB Soedirman, tentunya sektor wisata ini perlu menjadi penunjang keberadaan bandara. Disamping itu, selama  pandemi ini wisata menjadi sektor terdampak dengan harapan agar wisata ini kembali menggeliat tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan," tuturnya.

Diwaktu yang sama Kepala Desa Gunungwuled, Nasrudin Latif mengatakan, di Dusun Sipentul bukan hanya wisata air hangat saja tapi juga ada Air Terjun atau Curug Penyatan, untuk mencapai kesana para wisatawan harus melintasi medan yang ekstrem naik turun, berliuk-liuk serta terjal. Dengan menggunakan mobil Jeep Off Road untuk merasakan sensasinya.

“Di Dusun Sipentul bukan hanya wisata air hangat saja tapi juga ada Curug Penyatan, untuk mencapai kesana para wisatawan harus melintasi medan yang ekstrem naik turun, berliuk-liuk serta terjal. Dengan menggunakan Jeep Off Road untuk merasakan sensasinya.”

Kondisi disekelilingnya yang masih dipagari hutan belantara seakan-akan menunjang keberadaan tempat wisata tersebut,  ditambah dengan penorama keindahan yang masih telihat natural.

"Hutannya yang masih belantara ini bagi para penghobi berburu disini bisa menyalurkan hobinya berburu babi hutan,” ketusnya.

Beberapa waktu yang lalu masyarakat di Dusun Sipentul itu menginformasikan terkait dengan hama babi, mereka meminta agar pihak desa mengalokasikan anggaran untuk pengendalian hama babi hutan.

"Dari hal ini baru terpikir mengapa tidak dimanfaatkan untuk dikolaborasikan menjadi paket wisata, jadi kami tidak perlu mengeluarkan anggaran dari desa. Melalui paket ini desa akan memperoleh pemasukan dan hama babipun bisa dikendalikan (basmi),” ujarnya.

Disini wisata yang dikemas akan menjadi wisata eksklusif berburu babi hutan, sasaran wisata ini bukan lokal tapi peminat khusus dan itupun pasti beda dan dari sisi safety tidak rumit. Kami tidak berpikir infrastruktur di hotmix atau di cor  justru itulah sensasinya. Jadi, tema yang kita jual, bukan objek.

Lebih lanjut ia menjelaskan, keberadaan sumber mata air hangat sebatas ikon. Setelah berburu babi hutan dan mandi air hangat, akan menjadi hal menarik  untuk dijual. "Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya membutuhkan dukungan dari Pemkab Purbalingga, Perusda Owabong agar wisata tersebut nantinya bisa laku keras,” pungkasnya.//MN