• News
  • Sedekah Ikan Ramadhan Bagi Masyarakat Penggerak Konservasi

Sedekah Ikan Ramadhan Bagi Masyarakat Penggerak Konservasi


Singkawang - Jelang hari Raya Idul Fitri 1441 H, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menggaungkan gerakan solidaritas terhadap masyarakat yang membutuhkan di tengah pandemi COVID-19 melalui Sedekah Ikan Ramadhan. KKP melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) melaksanakannya dengan menyalurkan bantuan sembako kepada Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK).

Kota Singkawang menjadi pilihan lokasi yang dituju dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam dari kota Pontianak. Di sana terdapat kelompok yang sukses dalam melakukan upaya konservasi mangrove yaitu Perkumpulan Peduli Mangrove Surya Perdana Mandiri.

"Karena keberhasilan dan kegigihannya dalam melestarikan mangrove, tahun 2018 Perkumpulan Peduli Mangrove Surya Perdana Mandiri memperoleh bantuan KOMPAK yang merupakan program prioritas Ditjen PRL berupa speed boat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut," ujar Kepala BPSPL Getreda M. Hehanussa di Singkawang, Sabtu (23 Mei 2020).

"Bantuan tersebut dipergunakan untuk mendukung pelaksanaan dan monitoring konservasi mangrove dan jenis ikan yang dilindungi lainnya seperti lumba-lumba tanpa sirip (finless porpoise) dan paus karena di perairan lokasi mangrove Desa Setapuk Besar pernah ada kemunculan lumba-lumba tanpa sirip (finless porpoise). Kemudian sepanjang pantai Mempawah hingga kota Singkawang ada potensi area migrasi paus karena pernah ditemukan paus terdampar di Kabupaten Mempawah tahun 2016," jelas Getreda.

Berlokasi di Desa Setapuk Besar, tim BPSPL Pontianak harus mengarungi sungai terlebih dahulu untuk mencapai lokasi. Speed boat bantuan KOMPAK tahun 2018 menjadi moda transportasi pendukungnya. Berkumpul di sebuah gazebo dengan tetap melaksanakan protokol COVID-19 seperti pemakaian masker dan jaga jarak, Kepala BPSPL Pontianak secara langsung menyerahkan bantuan Sedekah Ikan Ramadhan kepada masyarakat Perkumpulan Peduli Mangrove Surya Perdana Mandiri.

"Sedekah Ikan Ramadhan KKP ini adalah program Kementerian Kelautan dan Perikanan di penghujung bulan Ramadhan menjelang hari Lebaran sebagai wujud solidaritas. Supaya besok saat berlebaran menu ikan bisa menjadi hidangan keluarga dalam merayakan Lebaran," ujar Getreda.

Bantuan yang disalurkan sebanyak 25 paket berupa beras 5 kg, 1 liter minyak goreng, 0,5 kg telur, dan 2 kg ikan tiap paketnya. Perkumpulan Peduli Mangrove Surya Perdana Mandiri menerima 19 paket dan 6 paket lainnya diserahkan kepada warga di sekitar kantor BPSPL Pontianak, Kelurahan Pal Lima, Kota Pontianak yang membutuhkan.

"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban hidup dan ekonomi masyarakat. Saya percaya bahwa jika di tengah keterbatasan ini kita bisa berbuat kebaikan kepada orang lain, Tuhan Yang Maha Esa akan menambahkan berkat untuk kita semua," imbuh Getreda.

Ketua Perkumpulan Peduli Mangrove Surya Perdana Mandiri, Jumadi mengungkapkan rasa terima kasih. "Saya mewakili kelompok mengucapkan terima kasih kepada KKP atas kepeduliannya dalam memberikan bantuan ini. Kami bersyukur karena masih mendapat perhatian dari sekian banyak kelompok masyarakat yang dibina oleh KKP. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri," tutur Jumadi.

Sebelum melangkahkan kaki kembali ke Pontianak, Getreda bersama dengan tim BPSPL Pontianak didampingi Jumadi sejenak melakukan pemantauan terhadap perkembangan kawasan mangrove hasil kegigihan Perkumpulan Peduli Mangrove Surya Perdana Mandiri. Djumadi mengatakan ekosistem mangrove yang telah ditanami, kini telah tumbuh seluas 30 Ha dan berhasil menambah daratan pantai sepanjang ± 127 m ke arah laut.

"Kelestarian mangrove yang luar biasa, bangga dengan semua hasil jerih payahnya dalam upaya konservasi. Semoga Perkumpulan Peduli Mangrove Surya Perdana Mandiri selalu semangat untuk melaksanakan tugas mulia ini demi mewujudkan ekosistem pesisir dan laut yang berkelanjutan," tandasnya.//yuli.