• News
  • Sat Narkoba Polres Banjar Sita Ratusan Miras di Lokasi Praktek Bidan

Sat Narkoba Polres Banjar Sita Ratusan Miras di Lokasi Praktek Bidan


Banjar - Satnarkoba Polres Banjar menyita ratusan botol minuman beralkohol yang disimpan dalam belasan karton di sebuah rumah yang ditempati oknum bidan berinisial EY di Dusun Cibentang Desa Mekarharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar Rabu (23 November 2022).

Kasat Narkoba Polres Banjar, AKP Kusyata dalam keterangan persnya menyebut, pihaknya telah mengamankan 19 dus yang berisi 222 botol minuman keras berbagai jenis.

"Kami berhasil menyita ratusan botol miras dari TKP rumah seorang oknum bidan berinisial EY di Dusun Cibentang Desa Mekarharja. Dalam penggeledahan dan penyitaan ini kami melibatkan RT dan Bhabinkamtibmas setempat saat mendatangi TKP rumah yang juga merupakan tempat praktek oknum bidan tersebut," jelasnya.

Awalnya, EY tidak mengakui bahwa dirinya menjual miras namun saat petugas melakukan penggeledahan, ditemukan dua dus miras di rumahnya, dua dus dimobilnya dan sisanya ada di tempat tetangganya yang diduga dititipkan disana. "Tetangganya inisial I mengaku ketitipan barang dari EY," ujar Kasat Narkoba.

Barang bukti 222 botol miras dari berbagai jenis ini kini diamankan di Mapolres Banjar. Sementara EY dijerat dengan ancaman Tipiring.

"Kami mengamankan barang bukti sebanyak 222 botol miras dan akan kami tindaklanjuti hasil pengungkapan minuman beralkohol ini dengan pasal Tipiring," katanya.

EY sendiri saat ini tidak ikut diamankan tapi sudah dimintai keterangan dan akan dijerat pasal 4 Perda Kota Banjar nomor 4 tahun 2009.

"Menurut pengakuan EY, miras tersebut untuk dijual di Pangandaran dan yang bersangkutan membelinya langsung dari Wilayah Kabupaten Ciamis," ungkapnya.

Kepala Cabang Ikatan Bidan Indonesia Kota Banjar, Wawat, membenarkan bahwa EY sebelumnya tercatat sebagai bidan. "Tapi sejak 2020 lalu, yang bersangkutan tidak lagi aktif KTA nya," kata Wawat menerangkan.

Ia juga menegaskan akan menindak tegas oknum bidan yang telah melanggar kode etik maupun hal yang melanggar norma hukum yang berlaku.

"Untuk yang bersangkutan saat ini sedang kami gali datanya terlebih dahulu terkait izin praktek dan yang lainnya," katanya.

EY sendiri dikenal warga setempat sebagai seorang bidan dan membuka praktek di rumahnya sejak Tiga Tahun lalu. Ketua RT setempat Ade Abdurrahman mengaku kecewa dengan ulah warganya yang telah mencoreng nama baik lingkungannya.

"Saya selaku RT merasa kecolongan padahal sudah sejak lama saya selalu mewanti-wanti warga saya agar menjauhi segala bentuk kemaksiatan maupun miras," katanya.

Menurutnya, EY adalah seorang janda yang berprofesi sebagai Bidan. Namun, dirinya pun bingung karena tempat praktek yang disiapkan EY jarang dikunjungi pasien. 

EY yang diketahui telah menikah siri dengan seorang aparat kepolisian ini justru malah mengejutkan warga sekitar tatkala pagi ini sejumlah petugas kepolisian dari Satuan Narkoba Polres Banjar menyita puluhan dus berisi botol minuman miras siap jual.

"Saya tadi diminta untuk menyaksikan proses penyitaan puluhan dus isi miras tersebut," jelasnya.

Ade sebelumnya memang pernah mendengar kabar bahwa EY memiliki bisnis penjualan miras di Kabupaten Pangandaran tapi dirinya tak menduga bahwa miras tersebut justru disimpan di lingkungannya.//yuli.