• News
  • Rengos, Boyongan Saka Sipanji

Rengos, Boyongan Saka Sipanji


Salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Banyumas ke-449, Pemkab Banyumas menggelar acara Kirab Boyongan Replika Saka Sipanji dari Pendopo Kecamatan Banyumas menuju Pendopo Sipanji Purwokerto, Sabtu (15 Februari 2020).

Pelepasan replika saka dilakukan oleh Sekda Bayumas Ir. Wahyu Budi Saptono, M.SI. Hadir pula pada kegiatan tersebut istri Bupati Banyumas Erna Setyawati Husein dan istri Wakil Bupati Banyumas Nuraeni Tri Haryanti Sadewo.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Destianto menyampaikan, Boyongan Saka Sipanji atau yang biasa dikenal dengan rengos adalah peristiwa untuk mengenang perpindahan ibu kota Kabupaten Banyumas yang tadinya berlokasi di kota Banyumas dipindah ke Purwokerto.

"Seperti yang tertulis pada sejarah Banyumas, perpindahan ibukota Banyumas dilatarbelakangi adanya permasalahan berkaitan dengan bencana meluapnya sungai serayu atau banjir sungai serayu sehingga diputuskan untuk memindah kabupaten banyumas," ucap Destianto.

Disampaiakan juga bahwa karena merupakan salah satu kegiatan budaya sekaligus kegiatan pariwisata, boyongan saka sipanji ini tidak dilakukan seperti halnya boyongan saka sipanji yang tidak boleh melewati atau menyebrangi Sungai Serayu.

"Jadi kembali lagi tujuannya hanya untuk memperingati, dan sebagai  acara budaya dan acara pariwisata," terangnya.

Sementara itu Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Banyumas Deskart Sotyo Djatmiko mengatakan, Kirab Boyongan Replika Saka Sipanji dilakukan dengan dengan cara sambatan atau rengos.

Ada tiga saka yang diboyong dari Banyumas, dan satu saka (Saka Sipanji) seakan-akan sudah dibawa sebelumnya ke arah timur tidak melewati Sungai Serayu dan ketemu di Alun-alun Purwokerto dari arah barat.

"Sesuai dengan hikayatnya apabila saka tersebut melewati Sungai Serayu akan berakibat bencana banjir, makanya salah satu saka seakan-akan sudah dibawa,” kata Jatmiko.

Sementara untuk konsepnya dilaksanakan seperti tahun lalu yaitu secara estafet dengan berjalan kaki. Sedangkan rute yang akan dilewati melalui jalur normal yaitu Banyumas, Kalibagor, Sokaraja, Berkoh, Jalan Jenderal Soedirman menuju Pendopo Kabupaten.

Sebelumnya, peringatan HUT Kabupaten Banyumas Ke-449 diawali dengan kami melaksanakan ziarah ke makam Jaka Kahiman sebagai Bupati Banyumas yang pertama kemudian dilanjutkan dengan tasakuran.//ipung