• News
  • Rapat Paripurna, DPRD Menilai Banyumas Layak Dibagi Menjadi Tiga Wilayah

Rapat Paripurna, DPRD Menilai Banyumas Layak Dibagi Menjadi Tiga Wilayah


Purwokerto - 7 fraksi yang ada di DPRD Kabupaten Banyumas seluruhnya menyatakan setuju atas hasil kajian akademisi Pemekaran Kabupaten Banyumas.

Penyataan itu disampaikan saat penyampaian pandangan fraksi dalam rapat Paripurna DPRD Kabupaten Banyumas, Selasa (14 Januari 2020) lalu. Enam fraksi bergabung untuk menyampaikan pandangannya, sedangkan Fraksi PKB menyatakan pandangannya secara terpisah.

Sebagaimana draf pemekaran dari eksekutif tentang pemekaran Banyumas menjadi dua wilayah yaitu Kabupaten Banyumas dan Kota Purwokerto, DPRD Banyumas justru menilai Kabupaten Banyumas layak dimekarkan menjadi 3 daerah otonom.

Seperti halnya yang disampaikan Wawan Yuwanda saat membacakan pandangan enam fraksi. Menurutnya, sebagaimana kajian tahun 2015, Kabupaten Banyumas memenuhi untuk dimekarkan. Namun dengan melihat rentang kendali dan kondisi geografis serta untuk mewujudkan layanan publik yang maksimal, maka Banyumas layaknya dimekarkan menjadi 3 daerah otonom yang meliputi Kota Purwokerto, Banyumas Barat, dan Banyumas Timur.

Berbeda dengan pandangan 6 fraksi lainnya, pandangan Fraksi PKB yang dibacakan Mugiarti, meminta agar Pemda lebih memperkaya kajiannya. Salah satu yang perlu dikuatkan adalah memecahkan hal yang menghambat kesejahteraan masyarakat, investasi dan perlindungan sosial.

PKB juga menegaskan bahwa pemekaran ini harus merupakan keinginan masyarakat, bukan elite politik maupun birokrasi.

Sementara Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Trilastiono mengatakan, usulan tiga wilayah memerlukan kajian mendalam. Waktu kajian, menurutnya, juga tidak sebentar, bisa satu hingga dua tahun.

“Kalau pandangan saya, yang paling siap itu Kota Purwokerto. Kalau kabupaten itu PAD nya dari mana jadi tidak perlu tergesa-gesa,” ucapnya.

Menurutnya ada beberapa hal yang mesti disiapkan jika dijadikan 3 wilayah. Salah satunya adalah sumber PAD yang pasti.//ipung