• News
  • Prosesi Hajat Laut Pangandaran Disaksikan Ratusan Wisatawan

Prosesi Hajat Laut Pangandaran Disaksikan Ratusan Wisatawan


Pangandaran - Sebagai daerah pesisir yang ingin menjaga tradisi serta melestarikan budaya, masyarakat nelayan Pangandaran tetap melaksanakan Prosesi Hajat laut Pangandaran. Meskipun dalam prosesi tersebut tidak meriah seperti  di tahun tahun sebelumnya.

Prosesi Hajat Laut Pangandaran tahun 2020 kali ini digelar dipusatkan di Pantai Barat pangandaran dengan diikuti oleh masyarakat sekitar dan disaksikan oleh ratusan wisatawan yang berkunjung di Pangandaran, Jawa Barat.

Dalam pantauan Tabloidpamor.com dilapangan, selama prosesi berlangsung khidmat. Masyarakat lokal maupun luar daerah terlihat sangat antusias dalam prosesi larung sesaji dan tabur bunga di tengah laut.

"Hajat Laut tahun ini dilaksanakan di Pelabuhan Babakan, Pantai Barat, dan pantai Karaprak Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, serta di Majingklak," kata ketua panitia Hajat Laut Pangandaran 2020, Tushendar, Jumat, (11 September 2020)

Dikatakan Tushendar, hajat Laut tahun ini diramaikan juga dengan penampilan dari anak-anak 234 SC Pangandaran dan grup kesenian tradisional Pangandaran.

Menurutnya, kegiatan ini adalah sebagai salah satu wujud syukur para nelayan akan rejeki diberikan. Selain itu juga ingin menjaga serta melestarikan tradisi budaya karuhun yang sudah dijalankan secara turun menurun di pesisir Kabupaten Pangandaran.

Sementara, Ketua Kompepar Pangandaran,  Edi Rusmiadi mengatakan tradisi hajat laut di Pangandaran sudah ada sejak zaman dulu dan hingga sekarang masih tetap digelar. Dan kami berusaha untuk menjaga serta melestarikanya.

"Selain menjaga dan melestarikan budaya karuhun, mudah mudahan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung disini," terangnya usai acara.

Menurut Edi, kegiatan yang sering dilakukan pada hari jumat kliwon di bulan muharam ini, alhamdulillah selalu diramaikan dengan berbagai tradisi. Misalnya, tradisi dongdang, sampai tabur bunga di pantai.

“Khusus untuk tabur bunga tersebut tiada lain untuk mendoakan para nelayan yang telah gugur di laut. Sementara kalau tradisi dongdang adalah menaburkan berbagai sesaji yang sudah dipersiapkan oleh pihak panitia,” jelasnya.

Dikatakan Edi, biasanya dongdang atau menabur sesaji ini juga digelar di tengah laut oleh para nelayan.

“Dongdang oleh warga Pangandaran dipercaya bisa mendatangkan berkah dan rezeki yang berlimpah. Untuk itu pada saat larung saji dongdang selalu diikuti oleh para nelayan,” pungkasnya./heru.