• News
  • Proses Tidak Akan Menghianati Hasil

Proses Tidak Akan Menghianati Hasil


Mata pencaharian sehari hari masyarakat Kabupaten Banyumas sangat beranekaragam, salah satu diantaranya Dartun (75) warga Jalan Jendral Sutoyo VI Rt.08/01 Sawangan, Kelurahan Kedung Wuluh, Purwokerto Barat, Jawa Tengah yaitu dengan menernak hewan unggas seperti basur.

Saat ditemui Tabloidpamor.com, (Kamis, 11 Juni 2020) Dartun  menceritakan awal mula menernak basur dari bibitan, posisi sudah mau bertelur, hingga telur menetas.

"Satu bibitan kurang lebih menghasilkan 10 sampai 15 telur, tapi belum tentu menetas semua,dikarenakan ada telur yang didalamnya tidak merespon, proses lamanya telur menetas 40 hari," ujar Dartun.

Setelah menetas, ada cara cara untuk membesarkannya, yang pertama membesarkan secara mandiri, yaitu dengan cara setelah menetas dikasih kehangatan dengan sinar lampu atau mesin penghangat khusus hewan.Tetapi ada baik dan tidaknya. Lebih banyak tidak baiknya karena si hewan rentan akan penyakit dan tidak bertahan lama.

Yang kedua dilakukan secara alamiah yaitu dengan cara mengikuti induknya, seperti makan minum mengikuti induknya. Itu menimbulkan efek positif bagi si hewan karena tidak rentan terkena penyakit.

"Gampang gampang susah menernak hewan, butuh kesabaran, korban waktu, mencari pakan si hewan dan lain lain," kata Dartun.

Selama 20 tahun melanjutkan usaha orang tuanya dengan menjalani sebagai peternak basur, Dartun mengatakan penghasilan dari ternak hewan ternyata lumayan besar, tergantung kita bisa memeliharanya dengan baik atau tidak. Dari hasil berjualan basur, tiap 1 hewan basurnya dapat menghasilkan Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu.

"Sudah keturunan yang keempat saya menernak basur melanjutkan usaha orang tuanya. Dan hasilnya cukup, bahkan lebih buat makan sehari hari," terangnya.

Dartun menambahkan keluh kesah menernak hewan yaitu makannya banyak, penghasilan cukup untuk biaya kehidupan sehari hari, buat hiburan sehari hari, dapat menenangkan pikiran.

"Untuk menjual basur tersebut, terkadang di jual sama orang-orang yang sedang membutuhkan. Terkadang kalau tidak ada pembeli, saya telepon juragan hewan untuk mengambil," terangnya.

Dengan menjalani sebagai peternak basur, Darsun mengatakan banyak cara untuk kita mencari rezeki.  selama kita mau bekerja keras, bersabar dan ikhlas manjalankan, disitu pula kita akan memetik hasil.

"Karena proses tidak akan pernah menghianati hasil," pungkasnya.//Iwon