• News
  • POLRES PURBALINGGA AMANKAN PEMAKAI DAN PENJUAL SABU

POLRES PURBALINGGA AMANKAN PEMAKAI DAN PENJUAL SABU


Purbalingga - Polres Purbalingga mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu di wilayah Kabupaten Purbalingga. Kali ini penjual bersama pembeli sabu diciduk oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Purbalingga

Tertangkapnya pemakai dan penjual setelah dilakukannya pemantauan oleh petugas Satresnarkoba Polres Purbalingga terhadap orang yang dicurigai sebagai pemakai Narkoba.

Setelah dilakukan observasi selanjutnya dilakukannya pemeriksaan terhadap AP di rumah orangtuanya di Desa Bojong, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (16 September 2020) lalu.

"Satresnarkoba Polres PurbaIingga kembali mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Dua tersangka berhasil diamankan berikut barang buktinya", itu yang disampaikan, Kapolres Purbalingga AKBP Muhammad Syafi Maulla melalui  Kabag Ops Polres PurbaIingga AKP Pujiono dalam konferensi pers, didampingi Kasat Reserse Narkoba Iptu Mufti Is Efendi dan Kasubbag Humas Iptu Widyastuti, Rabu (23 September 2020).

Tersangka ZM (42) warga Desa Bajong, Kecamatan Bukateja, PurbaIingga, AP yang sebenarnya penduduk Kabupaten Temanggung warga Desa Jlegong, Kecamatan Bejen, juga memiliki tempat tinggal lain yaitu Desa Bajong, Kecamatan Bukateja, Purbalingga.

"Tersangka ZM merupakan pemilik sabu yang menjual barang haram tersebut kepada AP (pemakai dan pengguna narkotika),” kata Pujiono.

Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 0,46 gram berikut dua buah bong atau alat penghisap sabu. Selain itu, diamankan juga barang bukti lain seperti telepon genggam, kartu ATM, pipet kaca, korek api dan potongan sedotan warna putih.

Berdasarkan pengakuan tersangka AP, bahwa ia pertama kali menggunakan sabu beberapa tahun lalu saat bekerja di luar daerah. Akibatnya ia mengalami kecanduan hingga kini ia mengkonsumsi sabu. Menurutnya tujuannya mengkonsumsi sabu untuk mendapat ketenangan.

"Dari penangkapan AP kemudian dilakukan pengembangan. Akhirnya ZM bisa kita amankan sebagai penjual sabu yang memasok barang kepada AP," kata Pujiono.

Barang bukti yang didapat dari ZM berupa satu plastik klip transparan berisi sabu seberat 0,30 gram, satu alat penghisap sabu, telepon genggam, pipet kaca, bungkus rokok dan korek api. Juga diamankan satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku mengantar sabu kepada pembeli.

ZM mengaku ia mendapat sabu dari penjual online yang tidak dikenalnya. Transaksi dilakukan dengan pembayaran transfer kemudian barang dikirimkan di suatu tempat. Setelah barang diambil, kemudian dijual kepada pembeli.

"Selain itu ZM menjual sabu, ini juga sebagai pemakai. Bahkan sabu yang dijualnya kepada AP ikut dikonsumsi bersama," jelasnya.

Pujiono menambahkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dikenakan pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman pasal tersebut yaitu pidana penjara paling singkat lima tahun serta paling lama 20 tahun penjara.//MN