• News
  • Polisi Tetapkan Kades Bantardawa Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa

Polisi Tetapkan Kades Bantardawa Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa


Ciamis - Kepolisian Resor Ciamis, Polda Jabar, menetapkan Kepala Desa (Kades) Bantardawa, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, bernama Sahlan (50) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Tersangka terbukti menyelewengkan dana bantuan pembangunan infrastruktur jalan senilai Rp.165.114.097,-.

Tersangka diduga melakukan korupsi yang bersumber anggaran dana desa dari APBN, anggaran Banprov, dan anggaran Pemkab Ciamis tahun anggaran 2017. Tersangka dilantik sebagai Kades periode 2016-2022.

"Tersangka ini melakukan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian negara sejumlah Rp.165 juta. Barang bukti yang sudah kita amankan uang tunai sejumlah kurang lebih Rp.25 juta," ujar Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso, SH., S.I.K., M.H., dalam konferensi pers di Mapolres Ciamis, Jawa Barat, Selasa (14 Januari 2020).

Adapun modus dari tersangka, kata Kapolres Ciamis, dalam hal infrastruktur bangunan jalan yang memerintahkan PPK untuk mengurangi kualitas dari infrastruktur jalan yang dibangun. Tersangka juga memerintahkan perangkat desa untuk membuat laporan pertanggungjawaban sesuai dengan yang diharapkan tetapi faktanya tidak sesuai dengan itu.

"Kami juga meminta keterangan dari 33 saksi yang dianggap mengetahui kasus tersebut," tuturnya.

AKBP Bismo menjelaskan bahwa kasus ini berhasil terungkap berawal dari informasi masyarakat yang bereaksi karena ada dugaan tindak pidana korupsi di desanya. Sementara untuk uang yang di korupsi tersebut digunakan tersangka untuk keperluan pribadi, THR, dan tidak menyetorkan pajak yang seharusnya disetorkan kepada negara.

"Akibat perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan Undang Undang Tindak Pidana Korupsi Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang Undang No.3 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukuman 4 tahun sampai 20 tahun penjara," tandasnya.//yuli.