• News
  • Polisi Tetapkan Empat Tersangka Kasus Robohnya Bangunan Fasilitas Wisata Terpadu di Situ Leutik

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Kasus Robohnya Bangunan Fasilitas Wisata Terpadu di Situ Leutik


Banjar - Kepolisian Resor Kota Banjar, Polda Jabar menetapkan empat tersangka dalam kecelakaan kerja kasus robohnya bangunan proyek peningkatan pembangunan fasilitas wisata terpadu yang menewaskan Tarka, seorang pekerja. Keempatnya adalah pelaksana dan pengawas.

"Kami sudah menetapkan empat orang tersangka yakni AS, AF, ASA, dan YMS. AS dan AF adalah pelaksana dari pembangunan fasilitas wisata terpadu tersebut, sedangkan ASA dan YMS adalah pengawas fasilitas pembangunan. Jadi ada pelaksana dan pengawas," kata Kapolres Banjar, Ajun Komisaris Besar Polisi Yulian Perdana, S.I.K., dalam konferensi pers di Aula Mapolres Banjar, Jalan Siliwangi No.145, Karangpanimbal, Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, Senin (2 Desember 2019).

Kapolres menjelaskan bahwa penetapan tersangka ini berdasarkan alat bukti dan keterangan para saksi. Polisi sudah memeriksa kurang lebih 22 saksi termasuk dari PPK, Pejabat Dinas Lingkungan Hidup.

"Kami sudah menerima kajian teknis di Pekerjaan Unum, dimana dalam pengerjaannya dari sisi waktu kerja sudah kelihatan sekali yang seharusnya 28 hari dikebut selama 4 hari. Ada jenis-jenis material yang tidak sesuai, dan disinilah juga kami menetapkan para pengawas sebagai tersangka karena sesuai dengan tupoksi dia (pengawas) tidak melakukan itu hingga akhirnya ada kejadian yang mengakibatkan korban jiwa," jelasnya.

Kapolres menambahkan bahwa kejadian ini adalah murni kelalaian. Dimana dilihat dari speck dan cara pembangunan itu sudah tidak sesuai dengan SOP, sehingga justru membahayakan para pekerja.

"Disisi lain para pekerja juga tidak dilengkapi dengan K3 nya. K3 ada tetapi tidak dipakai. Helm ada tetapi tidak dipakai pada saat proses pembangunan tidak dipergunakan," imbuhnya.

Akibat dari kelalaian tersebut, keempat tersangka dikenakan Pasal 359 KUHPidana juncto 360 KUHPidana juncto Pasal 55 ayat 1 KUHPidana. Ancaman hukuman selama 5 tahun.

Diketahui robohnya bangunan fasilitas wisata terpadu terjadi pada tanggal 7 November 2019 lalu. Dimana dalam kejadian tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan beberapa orang mengalami luka-luka.//yuli.