• News
  • Polisi Ringkus Empat Pengedar Hexymer dan Trihexyphenidy

Polisi Ringkus Empat Pengedar Hexymer dan Trihexyphenidy


Ciamis - Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Ciamis berhasil menangkap empat pengedar sediaan farmasi tanpa ijin jenis Hexymer dan Trihexyphenidy. Dari para tersangka ditemukan 3400 butir Hexymer dan 900 butir Trihexyphenidyl.

"Para tersangka berasal dari Karawang, Pangandaran, dan dua orang Cikoneng, Ciamis. Mereka semua adalah pengedar," tutur Kapolres Ciamis, AKBP Dr. Bismo Teguh Prakoso, SH., S.I.K., M.H., kepada awak media dalam konferensi pers di Mapolres Ciamis, Ciamis, Jawa Barat, Senin (17 Februari 2020).

Kapolres Ciamis mengatakan, para tersangka mendapatkan obat-obatan tersebut dari Jakarta dan Bandung. Barang tersebut mereka edarkan di wilayah Kabupaten Ciamis.

"Tersangka sudah lama mengedarkan di Ciamis," katanya.

Untuk sasaran penjualan, kata Kapolres, para tersangka menjualnya kepada anak muda dan teman sepergaulan tersangka. Menurut keterangan tersangka, pengkonsumsi pil ini akan membuat semangat dan tidak mudah lelah.

"Penjualan dilakukan secara langsung. Sistem kepercayaan. Dijual kepada yang sudah saling kenal," kata Kapolres.

Kapolres menjelaskan, para tersangka membeli hexymer per botol isi 1000 butir seharga Rp.500 ribu. Obat tersebut kemudian kembali dijual seharga Rp.700 ribu per botol.

"Trihexyphenidyl per 10 lembar dibeli Rp.100 ribu. Tersangka menjual kembali seharga Rp.200 ribu. Jadi 100 persen keuntungannya," jelasnya.

Akibat perbuatan tersebut, para tersangka dijerat Undang Undang Kesehatan nomor 36 Tahun 2009 Pasal 196, 197. Mereka tanpa hak mengedarkan sediaan farmasi. "Ancaman 10 tahun penjara," tegasnya.//yuli.