• News
  • PMK Terdeteksi di Kota Banjar, Ada 11 Hewan Ternak Terinfeksi

PMK Terdeteksi di Kota Banjar, Ada 11 Hewan Ternak Terinfeksi


Banjar - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan tidak hanya ditemukan di wilayah Aceh dan Jawa Timur saja, namun sudah merambah ke wilayah Jawa Barat tepatnya di Kota Banjar. Tercatat ada belasan ekor yang terinfeksi penyakit tersebut.

"Di Kota Banjar sementara ada 11 ekor yang terinfeksi," kata Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar Agus Kostaman melalui Kepala Bidang Peternakan drh. Iis Meilia, Jumat (13 Mei 2022).

Iis Meilia menjelaskan, jumlah tersebut berdasarkan laporan yang diterima dari para peternak dan itu baru terinfeksi. Untuk mencegah penyebaran pebih luas pihaknya memberikan vitamin kepada hewan tersebut dan dilakukan isolasi terhadap hewan yang terinfeksi.

"Dari 11 itu belum ada yang mati. Ketika ada laporan kami langsung berikan vitamin dan sejak saat itu kondisi hewan semakin membaik," tuturnya.

"Selama masa penyembuhan, ternak yang sakit diisolasi di tempat khusus. Sebelum ternak sembuh jangan dikeluarkan," pesan drh. Iis Meilia.

Suplai ternak untuk Kota Banjar dan wilayah Jawa Barat lainnya, kata drh. Iis Meilia, berasal dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sejauh ini hewan ternak yang masuk ke Kota Banjar telah melewati pemeriksaan di pos check point di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Pihaknya berkordinasi dengan petugas disana mengenai kondisi hewan ternak yang akan masuk Kota Banjar. Ketika disana kondisinya terindikasi sakit maka akan dikembalikan ke tempat asal.

"Untuk menentukan positif harus periksa Lab. Tapi kalau ada indikasi, kami minta pulangkan," kata drh. Iis Meilia.

Adanya bahaya penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak, drh. Iis Meilia menuturkan bahwa pihaknya memberikan edukasi kepada kelompok tani untuk sementara tak mendatangkan ternak dari luar daerah. Itu semua untuk menghindari penyebaran penyakit tersebut di wilayah Kota Banjar.

"Mudah-mudahan tidak bertambah lagi kasusnya. Apalagi sekarang menjelang Idul Adha. Mereka sudah siap untuk jual, tapi kondisi seperti ini jadi tak bisa jual," tandasnya.//yuli.