• News
  • Petilasan Sumur Gemuling

Petilasan Sumur Gemuling


Kisah perjalanan Santri Undik yang melalang buana di wilayah Kabupaten Cilacap, melatarbelakangi keberadaan Petilasan Sumur Gemuling, Desa Kuripan, Kecamatan Kesugihan.

Ditempat yang konon bernama Alas Pagedangan inilah Santri Undik menancapkan tongkatnya yang setelah dicabut keluar sumber air yang digunakannya untuk berwudu.

Bersama praktisi spiritual asal sampang Ki Panca Bumi Mataram, Pamor mengunjungi tempat tersebut, Rabu (15 September 2021) lalu.

Dikisahkan, sebelum singgah di Alas Pagedangan, Santri Undik sempat tinggal di sebuah padukuhan yang letaknya disebebelah Selatan alas pagedangan. Di tempat itu Santri Undik ngenger (numpang) di rumah seorang kepala desa.

Pada suatu ketika, Santri Undik disuruh menunggu padi dari serangan burung pipit. Santri Undik yang patuh dengan perintah sang kepala desa itupun melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh.

Sebelum fajar ia sudah berangkat kesawah dan pulang setelah matahari terbenam.

Pada saat itulah, tanpa sepengetahuan pemilik sawah, bekal makan yang dikirim selama menunggu padi tidak pernah dimakan. Bekal berupa nasi itu oleh santri undik dijemur dijadikan aking (nasi kering).

Hingga pada waktunya panen, datanglah sang kepala desa ke sawah untuk melihat padinya, dan alangkah terkejutnya saat melihat tanaman padinya habis dimakan burung pipit.

Melihat keadaan itu, sang kepala desa marah kepada Santri Undik karena telah membiarkan burung-burung tersebut memakan padi - padinya. Mendapat amarah dari sang kepala desa, Santri Undik meminta maaf dan berucap akan mengembalikan padi-padi tersebut, seraya tangannya menyebarkan nasi aking ke penjuru sawah.

Konon, terjadilah sebuah keajaiban dimana setelah Santri Undik menyebar nasi aking, secara tiba tiba tanaman padi kembali pulih seperti sediakala. Lantas Santri Undik pergi dari padukuhan tersebut.

Atas kejadian itulah padukuhan itu diberi nama Kahuripan yang berarti mengembalikan kehidupan.

Demikian menurut cerita Mbah Musirin (69) selaku jurukunci petilasan saat ditemui dikediamannya.

Diceritakan, Gemuling memiliki arti sumrambah atau merata, dengan kata lain Sumur Gemuling berguna untuk mengembalikan kehidupan yang merata.

Tapi ada juga yang berpendapat Sumur Gemuling itu artinya airnya berguna untuk masyarakat banyak.

"Memang beda - beda yang mengartikan, tapi setahu saya ya untuk mengembalikan kehidupan," ucapnya.

Petilasan Sumur Gemuling hingga kini masih ramai didatangi pengunjung dengan berbagai tujuan. Namun sebelum melakuak ritual, pengunjung biasanya akan membersihkan diri di sumber air (sumur) yang letaknya tidak jauh dari petilasan.

"Umumnya ya bersih-beraih dulu di sumur, setelah itu baru ritual di petilasan," terangnya.

Sementara menurut Ki Panca Bumi Mataram, dilihat dari kacamata spiritual, petilasan Sumur Gemuling dijaga oleh dua sosok yaitu laki-laki dan perempuan.

Dua sosok inilah yang biasa menerima para peziarah yang datang. Selain itu di tempat tersebut juga bersemayam sosok dua ekor naga.//ipung