• News
  • Perbaikan Jembatan Baru Terminal Banjar Tunggu Hasil Uji Lab

Perbaikan Jembatan Baru Terminal Banjar Tunggu Hasil Uji Lab


Banjar - Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kota Banjar Agus Saparudin menjelaskan, untuk kajian pengeboran tiang pancang jembatan baru Parung Lesang dekat Pusdai Kota Banjar sudah dilaksanakan. Kata dia, untuk hasilnya tinggal menunggu hasil uji laboratorium di pihak Provinsi Jawa Barat. 

Sementara, hasil kajian itu, akan menjadi dasar untuk penanganan perbaikan tiang pancang jembatan yang parah beberapa waktu lalu rusak akibat diterjang pohon ketika arus Sungai Citanduy deras.

"Kami masih menunggu hasil uji lab dari provinsi, kita berharap segera selesai untuk itu (uji lab) karena Kementerian juga sudah menunggu untuk selanjutnya tindak lanjut perbaikan," kata Agus, Senin (28 November 2022).

Pihaknya sudah menganggarkan sekitar Rp.100 juta untuk pekerjaan penelitian tanah melalui sistem pengeboran ke dalam sungai Citanduy, tepat di bawah jembatan atau di titik lokasi tiang pancang. Nantinya, hasil uji lab penelitian tanah tersebut untuk dijadikan dasar untuk perbaikan tiga tiang pancang yang patah.

"Kita berharap segera selesai karena ini juga berkaitan dengan perbaikan Jembatan Parungsari. Perbaikan jembatan itu (Parungsari) juga menunggu selesainya perbaikan Jembatan Baru Parunglesang," katanya.

Sekda Kota Banjar, Ade Setiana, saat ditemui usai rapat koordinasi perbaikan Jembar dengan pihak swasta mengungkapkan bahwa PT Bukaka belum lama ini mengaku akan segera melakukan perbaikan. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Walikota, pihak swasta menyanggupi untuk memperbaiki 3 tiang pancang yang patah akibat bencana banjir yang terjadi dari luapan Sungai Citanduy.

"Jembar ini kan itu akan menjadi jalur alternatif saat jembatan Parungsari diperbaiki. Alhamdulillah ibu Walikota sudah komunikasi dengan PT Bukaka dan mereka menyatakan siap," katanya, Jumat (14/10) lalu.

PT Bukaka menyanggupi untuk melakukan perbaikan dengan bantuan dana pendampingan dari APBD untuk proses pengujian dalam perbaikan jembatan.

"Karena itukan tidak termasuk area PT Bukaka jadi kami akan mengeluarkan surat rekomendasi surat keterangan bahwa betul kerusakan tersebut merupakan akibat dari bencana banjir yang akan dikeluarkan oleh pihak BBWS Citanduy yang akan ditindaklanjuti dengan ditetapkannya tanggap darurat oleh Wali Kota," katanya.

Menurutnya, sebelum perbaikan tiang pancang tersebut akan ada sejumlah pengujian sehingga pihak swasta membutuhkan dana pendampingan yang nantinya dialokasikan dari APBD dengan leading sektor Dinas PUPR Kota Banjar.

"Kebetulan di APBD kita ada dan itu akan ditindaklanjuti oleh Dinas PUTR Kota Banjar. Bersamaan dengan hal itu terkait dana pendampingannya buat apa saja nanti secara teknis itu dijelaskan oleh dinas terkait ya," sambungnya.

Ade Setiana menambahkan, dana pendampingan yang bersumber dari APBD Kota Banjar itu mencapai kisaran Rp150 juta.

"Jadi selain dana pendampingan, pengerjaan perbaikan sepenuhnya akan di penuhi oleh PT Bukaka itu. Kita hanya diminta untuk meneliti unsur tanah atau apa dan tadi perkiraan dari Dinas PUTR minimal Rp.100 juta dan maksimal Rp.150 juta. Nanti akan dibuat rencana kebutuhan biayanya, lalu diverifikasi atau dianalisa oleh Inspektorat," urainya.

Sebelumnya, perbaikan Jembatan Parungsari terkendala oleh anggaran yang belum bisa dialokasikan dalam waktu dekat. Terlebih, Dinas PUPR Provinsi juga belum menghasilkan kajian terkait studi tanah dari tiang pancang penyangga jembatan.

Sementara di sisi lain, penggantian Jembatan Parungsari juga dikejar deadline pengerjaan dan harus segera dimulai.

"Kan tidak mungkin juga menunggu terus sampai teralokasikan dana APBD untuk perbaikan Jembar. Sementara target pengerjaan harus di mulai secepatnya," kata Ade Setiana.

Atas pertimbangan itu, perbaikan Jembatan Baru Parunglesang yang nantinya akan menjadi jalur alternatif pengalihan arus lalulintas dari Jembatan Parungsari harus segera dilakukan.

"Daripada menghambat proyek pengerjaan Jembatan Parungsari akhirnya PT Bukaka berkenan untuk membantu memperbaiki Jembar agar dapat menjadi jalur alternatif," imbuhnya.

Terkait target berapa lama proses perbaikan tiang pancang, Ade mengatakan pihaknya baru membangun komitmen antara Pemda, BBWS dan PT Bukaka.

"Tapi pastinya secepatnya karena pembukaan pengerjaan jembatan Parungsari ada deadline nya karena itu proyek Nasional dan akhir tahun 2022 harus dimulai. Otomatis sebelum dimulai di bongkar, Jembar juga harus sudah running," jelasnya.//yuli.