• News
  • PENOLAKAN RUU HIP, LSM GMBI MENILAI AKAN MENGHILANGKAN ROH DARI PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

PENOLAKAN RUU HIP, LSM GMBI MENILAI AKAN MENGHILANGKAN ROH DARI PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA


Purbalingga  – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Purbalingga  menyatakan sikap menolak RUU HIP. Pernyataan sikap penolakan aksi demonstrasi digelar di depan Gedung DPRD Kabupaten Purbalingga, Jalan Onje, Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (29 Juni 2020) siang.

Aksi demo yang melibatkan 150 orang lebih sempat menutup ruas sepanjang Jalan Onje, tepatnya di depan gedung DPRD. Massa meneriakkan yel-yel penolakan mereka terhadap RUU HIP. Selain itu, spanduk aspirasi mereka juga dibentangkan sepanjang aksi demo.

Ketua LSM GMBI Distrik Purbalingga Teguh Arieanto, mengatakan, aksi penolakan yang digelar GMBI merupakan bentuk keprihatinan terhadap sikap penyelenggara negara yang membuat Rancangan Undang Undang (RUU) tentang Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

”Kami menolak keras usulan RUU HIP Karna akan mengkerdilkan arti dari Pancasila sebagai Dasar Negara kita karna banyak poin-poin yang akan dihilangkan di RUU HIP,” tegasnya.

Selanjutnya, untuk dibahas hingga menjadi UU. Karena kami menilai bahwa substansi dari RUU tersebut justru mengancam eksistensi Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa dan dasar negara.

Menurut Teguh, RUU HIP bukan merupakan solusi dalam menyelesaikan segala permasalahan bangsa, namun justru akan merusak keberadaan NKRI dan RUU HIP akan menghilangkan roh dari Pancasila sendiri sebagai Dasar Negara serta sumber hukum NKRI.

“RUU HIP tidak perlu dibahas lagi itu sudah menjadi harga mati bagi kami sebab Pancasila merupakan falsafah dan jati diri bangsa Indonesia tidak bisa di utak atik lagi,” jelasnya.

Dalam aksi demo damai tersebut, massa menuntut RUU HIP ditarik dari program legislasi nasional (prolegnas) 2020. "Jika tidak ditindak lanjuti, GMBI Purbalingga akan melakukan aksi lebih besar lagi dengan melibatkan keluarga besar LSM GMBI se-Indonesia," jelasnya.

Lebih lanjut Teguh menjelaskan, dengan adanya upaya memangkas sila yg ada di dalam Pancasila, dari 5 sila menjadi Trisila bahkan menjurus menjadi Ekasila, juga mengabaikan tap MPR No 18 Th 1998 Pasal 1 yang menyatakan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 adalah Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Atas dasar perihal tersebut diatas, maka kami LSM GMBI Distrik Purbalingga dengan tegas menolak RUU HIP dan segera Dicabut,” tandasnya.

Sementara, Ops Polres Purbalingga AKP Pujiono mengatakan Demo damai dari LSM GMBI ini dilakukan pengawalan pengamanan gabungan dari kepolisian, TNI dan Satpol-PP. Pengamanan dilakukan di sekitar kantor DPRD Kabupaten Purbalingga.

"Pengamanan juga melibatkan petugas gabungan dan polsek jajaran karena peserta yang hadir dalam kegiatan berasal dari sejumlah kecamatan. Dengan demikian seluruhnya bisa berjalan aman dan lancar," ucapnya.

Dijelaskan, Pujiono bahwa dalam pengamanan ini dilibatkan juga tim negosiator. Meski demikian, para aksi demo tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah di era new normal ini.

"Aksi demo berjalan lancar sebelumnya telah diberi himbauan dari Polsek masing-masing, meskipun aksi ini di tengah pandemik, namun para pedemo tetap menjalankan protokol kesehatan,” pungkas KabagOps yang humoris tersebut.//MN