• News
  • Naga Kembar Di Sumur Gemuling

Naga Kembar Di Sumur Gemuling


Naga kembar, sosok yang dilihat oleh Ki Panca Bumi Mataram saat berada di Petilasan Sumur Gemuling bersama Pamor. Rabu, (15 September 2021) di Desa Kuripan, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap.

Petilasan yang dilatarbelakangi oleh kisah Santri Undik saat menancapkan tongkatnya hingga keluar sumber air yang digunakan untuk berwudhu, sumber air itulah yang kemudian dikenal dengan nama Sumur Gemuling.

Menurut Ki Panca, penampakan naga kembar tersebut sebagai perlambang adanya wahyu kepemimpinan dan ketentraman dimana kedua wahyu itu tidak dapat dipisahkan. Seorang pemimpin yang sudah menjadi ketentuan Sang Khaliq tentu akan direstui oleh bumi dan para leluhur yang menaunginya sehingga terciptalah ketentraman yang menjadi tahapan awal menuju kemakmuran.

Sebagaimana Sumur Gemuling yang memiliki arti sumrambah atau merata, yang maksudnya untuk kehidupan yang merata atau berguna untuk masyarakat banyak. Seperti penuturan Mbah Musirin (69), jurukunci yang juga diamini Ki Panca Bumi Mataram praktisi spiritual asal Sampang, Cilacap.

Masih menurut Ki Panca, selain naga kembar ada juga sosok lain berwujud Kaki Nini. Mereka itulah yang kerap menemui para peziarah atau siapapun yang berkunjung, tidak terkecuali Ki Panca dan Pamor yang kedatangannya juga disambut oleh Kaki Nini. Sayangnya kejadian itu hanya dapat dilihat dengan mata batin atau kemampuan spiritual tertentu.

Keberadaan Kaki Nini juga menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa khususnya disisi bagian Selatan Gunung Slamet, yang konon Kaki Nini merupakan salah satu ajaran dari leluhur yang selaras dengan Islam. //ipung.