• News
  • Musim Kemarau, Tambang Pasir Menyusut

Musim Kemarau, Tambang Pasir Menyusut


Banjar - Musim kemarau tengah berlangsung menyebabkan jumlah pasir yang bisa ditambang di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cijolang, tepatnya di wilayah Perbatasan Jawa Barat dengan Jawa Tengah menyusut.

Namun, para penambang tradisional merasa lebih aman saat mengais rezeki. Karena aliran air Sungai Cijolang cenderung turun.

Seperti yang dirasakan Kusmiyadi, warga Dusun Cibentang Rt.23 Rw.09, Desa Mekarharja, Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, itu sehari-hari menggantungkan nasib dan hasil menambang pasir. Ia mengakui, hasil yang didapat menyusut jika dibandingkan saat musim penghujan.

"Kemarau itu justru malah dapat sedikit pasir yang diperoleh. Bahkan jika ingin menambang pasir, para penambang pasir harus mengayuh perahu hingga 3 kiometer dari pangkalan tempat menurunkan pasir," ujar Kusmiyadi saat ditemui tabloidpamor.com disela-sela aktivitasnya, Jumat (5 Juli 2019) siang.

Dikatakan Kusmiyadi, dalam sehari saat musim kemarau seperti sekarang ini, bersama teman-temannya hanya bisa mengumpulkan pasir sebanyak 6 kubik pasir. Itu pun jika berangkat pukul 05.00 WIB dan naik sekitar pukul 15.00 WIB.

"Kalau musim hujan bisa dapat 10 hingga 12 kubik pasir," katanya.

Sulitnya mencari pasir sekarang ini, diungkapkan Kusmiyadi karena aliran air di Sungai Cijolang ini semakin dangkal.

"Beda saat musim hujan, aliran air-Nya kan besar dan pasir dari atas (aliran sungai yang lebih atas) ikut terbawa arus. Jadi bisa dapat banyak," ungkapnya.

Kusmiyadi menambahkan, untuk harga pasir sendiri kini dipatok dengan harga Rp.50.000,- per kubik. Dan untuk pesanan pasir sendiri kini banyak datang dari wilayah Jawa Tengah seperti Wanareja, Sidareja, Cipari Gandrung, Majenang, Cimanggu, Karangpucung, dan kota-kota besar lainnya.

Lebih lanjut, Kusmiyadi mengatakan, dirinya merasa lebih tenang saat mencari pasir di musim kemarau. Karena arus Sungai Cijolang, tidak sekuar di saat musim hujan.

"Sekarang tidak was-was. Kalau hujan ya khawatir. Kalau atas (daerah bagian atas) sudah mendung, tidak berani untuk mengambil pasir di Sungai," tandasnya.//yuli.