• News
  • Misteri Pertapan Jambe Lima di Gunung Selok

Misteri Pertapan Jambe Lima di Gunung Selok


Melintasi jalan berliku dan menanjak ditengah rimbunnya hutan Gunung Selok yang asri namun penuh dengan nuansa mistis menjadi sensasi tersendiri saat menuju Pertapan Jambe Lima yang berada di Kecamatan Adipala, Cilacap.

Pertapan yang juga disebut Cemara Putih atau Cemara Seta ini sebagai tempat bersemayam dua punakawan yaitu Pak Cilik Cokro Wongso atau Gareng dan Pak Cilik Cari Sukmoyorenggo atau yang dikenal dengan Petruk.

Selain menyimpan cerita tentang Punakawan, di pertapan tersebut juga menyimpan kisah asal muasal nama Jambe Lima. Bersama sang juru kunci Mbah Slamet Sanwiarji, PAMOR dan Ki Panca Bumi mengunjunginya, Rabu 4 November 2020 lalu.

"Pertapan Jambe lima pertama kali yang menemukan Eyang Mara Diwangsa. Beliau bertapa disini hingga moksa," kata Mbah Slamet.

Menurut cerita, konon ditempat Eyang Mara Diwangsa bertapa tumbuh pohon jambe berjumlah lima. Pohon jambe itu mengelilingi seolah seperti menutupi. Dari kejadian itulah pertapan tersebut dikenal dengan Jambe Lima.

Seperti pertapaan pada umumnya, pertapan Jambe Lima berbentuk dua bangunan yang menyatu. Bangunan utama berbentuk segi enam, sedangkan bangunan depan berbentuk kotak.

Didalam bangunan utama terdapat dua buah pusara dan satu buah altar serta beberapa ornamen lukisan di dinding dan empat buah kursi yang menurut sang juru kunci, merupakan pemberian dari pengunjung.

"Lukisan dan kursi tersebut itu pemberian para peziarah yang penyuwunannya terkabulkan," jelasnya.

Nama Jambe Lima juga diyakini memiliki arti dengan perjalanan hidup lurus dalam setiap waktu (Hari). Pohon Jambe memiliki arti lurus, sedangkan Lima itu hari dalam istilah pasaran jawa yang dikenal dengan sebutan Kliwon, Legi, Pahing, Pon dan Wage.

Sementara itu menurut Ki Panca Bumi Mataram seorang praktisi spiritual asal Penggalang, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, pertapan Jambe Lima memiliki aura mistis yang berbeda dengan pertapan-pertapan pada umumnya.

"Dari yang saya rasakan, aura mistis di gunung ini memang tidak biasa, kekuatannya sangat besar," ucap Ki Panca.

Sementara dari cerita yang berkembang, tempat ini merupakan kawasan wisata spiritual kahyangan dari para dewa yang ada di Pulau Jawa. Gunung Selok adalah Junggring Seloka yang konon dibangun oleh para dewa.

Cerita inilah yang menjadi salah satu daya tarik pengunjung. Dan pada hari-hari tertentu seperti malam jumat kliwon dan selasa kliwon, pertapan ini banyak dikunjungi peziarah dari dalam maupun luar kabupaten Cilacap.

Sementara untuk pengunjung yang akan berziarah di pertapan Jambe Lima, harus mensucikan diri dengan sumber air yang ada di gua Sri Bolong yang lokasinya ujung sebelah barat Gunung Selok.//ipung