• News
  • Menyusuri Gunung Srandil, Tempat Pepunden Tertua di Tanah Jawa

Menyusuri Gunung Srandil, Tempat Pepunden Tertua di Tanah Jawa


Srandil merupakan salah satu obyek wisata spiritual yang terletak di Desa Glempangpasir, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Bukit kecil yang lazim disebut gunung oleh masyarakat Jawa pada umumnya ini dipercaya sebagai tempat bersemayam leluhur tanah Jawa.

Setiap hari, puluhan orang dari berbagai daerah datang ke tempat ini untuk berziarah dengan berbagai ritual dan doa yang ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dengan izin dari Ki Carub Hadi Suwito, salah satu juru kunci setempat dan didampingi praktisi spiritual asal Penggalang, Kecamatan Adipala, Ki Panca Bumi Mataram, TABLOIDPAMOR.com mendapat kesempatan untuk mengunjungi satu per satu petilasan yang ada diwilayah tersebut, Senin (2 November 2020) kemarin.

Srandil asal kata dari Srana lan Adil yang artinya bahwa tempat tersebut merupakan salah satu sarana untuk mencari keadilan hidup, tetapi tidak jarang pula yang mengatakan bahwa tempat tersebut sebagai tempat untuk mencari isi - isineng kendil.

"Kalau di Gunung Srandil ini tempat pemuja ciptaan Allah, jadi yang datang ke sini langsung rezeki dari Allah, karena memohonnya kepada Allah," kata Ki Carub.

Disampaikan juga bahwa konon Srandil merupakan istana goib tempat pepunden tertua di tanah Jawa, sekaligus merupakan tempat dinasti Islam pertama di tanah Jawa.

Sedikitnya ada tujuh titik pepunden yang terbagi dalam dua lokasi, yaitu lokasi dibawah ada lima titik pepunden dan dua titik lainnya ada di puncak Gunung Srandil. Kesemuanya merupakan rangkaian yang berurutan apabila hendak berziarah.

Dimulai dari yang pertama yaitu dari Eyang Sukmo Sejati, atau Eyang Sukmo Sejati Kunci Sari Dana Sari yang menjadi kunci pertama atau kunci pembuka Gunung Srandil.

Kemudian dilanjutkan dengan Eyang Gusti Agung Sultan Murahidi yang merupakan titik gaib pertama tertua di Gunung Srandil. Menurut Ki Carub, Eyang Gusti Agung Sultan Murahidi diyakini merupakan cucu ke-6 Nabi Muhammad SAW.

Selanjutnya yang ketiga adalah Eyang Dewi Tunjung Sekar Sari yang merupakan keramat murni sebagai pendamping atau istri dari Eyang Semar.

"Eyang Dewi Tunjung Sekar Sari ini yang ada urusannya dengan belakang (dapur) dan ini ada hubungannya dengan Eyang Ambrah Umbruh yang lokasinya disebelahnya. Eyang Ambrah Umbruh  diyakini sebagai dapurnya atau tempat harta," ucapnya.

Keempat adalah Eyang Semar atau Kaki Tunggul Sabdo Jati Doyo Amung Rogo, tempat ini merupakan titik utama Gunung Srandil.

Kelima adalah petilasan Eyang Juragan Dampu Awang, atau Sampokong, atau Sunan Kuning. Seorang juragan (saudagar) kaya dari Negeri China beragama Islam, yang dahulunya pernah singgah untuk melakukan semedi di tempat ini.

Yang keenam berada di puncak Gunung Srandil yaitu petilasan Eyang Langlang Buana, merupakan titisan dari Dewa Wisnu yang masih ada kaitannya dengan Kerajaan Pajajaran, di Jawa Barat.

Sedangkan titik yang ketujuh adalah Eyang Mayangkoro atau Hanoman, yang menjadi gaib murni sebagai pendamping Eyang Langlang Buana.

Selain tujuh titik pepunden, disekitaran Gunung Srandil juga banyak terdapat petilasan-petilasan lain, salah satunya adalah petilasan Eyang Maling Guna.

Konon Maling Guna adalah sosok atau tokoh yang semasa hidupnya selalu melakukan perbuatan mencuri harta orang-orang kaya unyuk dibagikan kepada rakyat miskin.

Gunung Srandil juga terkenal sebagai destinasi wisata yang kental dengan hal-hal mistis. Petilasan-petilasan yang ada biasa digunakan sejumlah orang untuk bersemedi, tak terkecuali para praktisi spititual.

Seperti halnya Ki Panca Bumi Mataram, di hari-hari tertentu selalu melaksanakan ziarah dan doa di petilasan-petilasan yang ada di Gunung Srandil.//ipung