• News
  • Mbah Jombor Menutup Lubangkara

Mbah Jombor Menutup Lubangkara


Setelah hampir sebagian besar wilayah Pasir Luhur menganut Islam, tersebutlah satu wilayah disisi bagian barat yang masih belum tersentuh, bahkan perilaku duniawi yang diliputi angkara murka seolah sudah mendarah daging sehingga sulit menerima ajaran Islam. Kuatnya angkara itu tak lepas dari pengaruh siluman ular di Lubangkara, siluman yang mengumbar kesenangan duniawi seolah membius sebagian besar masyarakatnya, para pemuka Islam di Pasir Luhur waktu itu tidak dapat berbuat banyak.

Hingga akhirnya seorang ulama putra Maulana Pajang yang baru pulang dari Tanah Suci mendapat mandat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, ulama itu bernama Syekh Abdusshomad yang kemudian dikenal dengan sebutan Mbah Jombor. Kehadiran Mbah Jombor membuahkan hasil, secara perlahan ajaran Islam mulai diterima dan perilaku masyarakatnya juga berubah hingga tak lagi mengumbar angkara murka. Hal itu terjadi setelah kekuatan batin Mbah Jombor bisa menembus hingga mematahkan tulang siluman ular tersebut dan kemudian membersihkan upas atau pengaruhnya.

Singkat cerita Lubangkara akhirnya dapat ditutup, Islam pun mulai berkembang hingga ke segala penjuru bahkan semakin menguatkan daerah lain yang sebelumnya sudah menganut Islam.

Menurut keterangan dari Ki Dasuki (60) Juru Rawat Makam Mbah Jombor, kepada Pamor, Rabu (1 September 2021). Bahwa Mbah Jombor atau Syekh Abdusshomad adalah putra dari Fathuroh Khan yang berjuluk Maulana Pajang, seorang utusan khusus dari Kesultanan Pajang untuk Pasir Luhur di awal kekuasaan Sultan Hadi Wijaya. Maulana Pajang yang dijodohkan dengan putri dari Senopati Agung Wirakencana (Banyak Galuh) mempunyai dua putra dan dua putri salah satu putranya yang bernama Wira Kusuma yang meneruskan jejak kakeknya (Sunan Gunung Jati) untuk mensyiarkan Islam.

Oleh kakeknya, Wira Kusuma diberangkatkan untuk belajar Islam ke Tanah Suci dan sepulangnya dari Tanah Suci itulah Wira Kusuma diberi nama sebutan Syekh Abdusshomad.

Di ceritakan untuk menguatkan hubungan antara Demak dengan Cirebon, salah seorang putri Sultan Demak dipersunting oleh Sunan Gunung Jati dan menurunkan seorang putra bernama Fathuroh Khan atau Maulana Pajang.

Makam Mbah Jombor terletak di Grumbul Jombor, Desa Cipete, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. // ipung.