• News
  • Masuk PPKM Level 2, Pemkot Banjar Longgarkan Namun Tetap Patuhi Prokes

Masuk PPKM Level 2, Pemkot Banjar Longgarkan Namun Tetap Patuhi Prokes


Banjar - Kota Banjar Jawa Barat saat ini sudah masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2. Ini berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2021 tetang PPKM Berlevel.

Menurunnya status level dari PPKM Level 3 menjadi ke Level 2, beragam kebijakan baru dikeluarkan Pemerintah Daerah Kota Banjar. Kebijakan tersebut dituangkan dalam Keputusan Wali Kota Banjar Nomor 443/192/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Kota Banjar.

Penurunan status Level membuat sejumlah aktivitas kegiatan masyarakat agak sedikit dilonggarkan. Namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi Level 2 itu sebetulnya ada beberapa hal (kegiatan masyarakat) yang kemudian agak dilonggarkan," ujar Wakil Walikota Banjar H. Nana Suryana saat ditemui disela kegiatan di Ruang Kerjanya, Gedung Setda Kota Banjar, Jalan Siliwangi No.3, Karangpanimbal, Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis (16/09/2021).

H. Nana menjelaskan, mulai dari kegiatan pembelajaran tatap muka, hingga kegiatan peribadatan/keagamaan di tempat ibadah. Pada Level 2 ini kegiatan keagamaan bisa dilaksanakan maksimal 75 persen dari luas tempat ibadah.

"Namun intinya tetap penerapan protokol kesehatan harus dijalankan," katanya.

Ditempat terpisah, Walikota Banjar Hj. Ade Uu Sukaesih meminta masyarakat untuk tetap waspada. Meskipun sudah masuk Level 2, protokol kesehatan harus tetap diterapkan agar terhindar dari paparan virus corona.

"Jangan abai ya, tetap menggunakan masker," ucap Hj. Ade Uu Sukaesih saat woro-woro ke pedagang di kawasan Jalan Kenanga Kota Banjar, kemarin sore.

Walikota juga menjelaskan, berdasarkan Inmendagri Nomor 42 Tahun 2021 setiap toko wajib menggunakan platform PeduliLindungi. Platfrom ini untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai yang telah melakukan vaksin Covid-19. 

"Jadi nanti setiap pengunjung dapat menscan QR Code  yang tersedia di setiap toko dengan menggunakan smartphone mereka, melalui platform PeduliLindungi. Pengunjung yang kedapatan belum divaksin jangan diperbolehkan masuk ke dalam toko. Ini dilakukan semata-mata untuk melindungi masyarakat Kota Banjar dari Paparan Covid-19. Kita jangan terlena dengan landainya kasus Covid-19, tetap Disiplin Prokes," pungkasnya.//yuli.