• News
  • Mall di Seluruh Kota Banjar Lakukan Rapid Test Jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H

Mall di Seluruh Kota Banjar Lakukan Rapid Test Jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H


Banjar - Pemerihtah Kota Banjar melalui tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar melakukan pemeriksaan Rapid Test di seluruh Swalayan atau Mall yang ada di wilayah Kota Banjar, Jawa Barat. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah dini mengantisipasi penyebarani Covid-19, terlebih saat ini menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H tahun 2020 M.

Ssbanyak 100 alat rapid test disediakan untuk memeriksa seluruh pegawai swalayan dan mall yang ada di Kota Banjar. Selain itu, juga diambil beberapa sampel pengunjung dan tukang parkir untuk dilakukan rapid test.

"Rapid Test ini merupakan program dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk para pegawai di mall yang ada di Kota Banjar. Sebelumnya kita sudah melakukan di Toserba Yogya, dan hari ini kita lakukan di Toserba Padjajaran serta Toserba Samudra," ujar Wakil Walikota Banjar, H. Nana Suryana didampingi Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana, S.I.K., Sekda Kota Banjar, Ade Setiana, Pabung Banjar Kodim 0613/Ciamis, Mayor Czi Budi Arianto kepada awak media disela-sela kegiatan meninjau pelaksanaan Rapid Test di Toserba Padjajaran, Jalan Perintis Kemerdekaan, Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, Jumat (22 Mei 2020).

"Artinya kami tidak pilih-pilih, semua kita lakukan pemeriksaan. Targetnya sama yakni Pemerintah Kota Banjar ingin mengawal supaya masyarakat Kota Banjar tidak ada lagi yang terpapar Covid-19," lanjutnya.

H. Nana menuturkan bahwa ini sebagai bentuk upaya pemerintah mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri toko-toko swalayan menjadi pusat terjadinya kerumunan orang. "Saat tradisi Lebaran dan tradisi menjelang Lebaran yang sudah puluhan tahun, ketika kita hentikan seolah-olah mereka tidak siap. Faktanya tempat-tempat perbelanjaan ini masih tetap di kunjungi walaupun setiap toserba masing-masing berbeda yang mengunjunginya. Tetapi tempat berkerumun yang paling dominan adalah di tempat swalayan," imbuhnya.

Terkait hasil Rapid Test ini, H. Nana menuturkan bahwa ketika ada yang reaktif maka akan dilakukan hal yang sama seperti saat menangani Toserba Yogya. Pihaknya tidak akan membeda-bedakan.

"Arah tujuannya adalah kita untuk melindungi supaya tidak terpapar oleh Covid-19 dan lebih luas lagi," tandasnya.

Kepala personalia Padjadjaran Toserba Banjar Teguh Hartanto menambahkan bahwa sesuai permintaan dark pemerintah yang diambil sampling rapid test sebanyak 50 orang, 35 karyawan, 4 petugas parkir dan 11 pengunjung.

"Kita mendukung aturan pemerintah dalam upaya pencegahan virus corona. Dan jika ada yang reakrif atau IGG siap dilakukan isolasi serta tidak akan menolak di karantina. Ini demi kepentingan bersama, buka pribadi," katanya.//yuli.