• News
  • Makam Mbah Pekih

Makam Mbah Pekih


Keluhuran Mbah Pekih memang tidak ada tandingnya. Tokoh yang dipercaya sebagai penyiar Islam inilah yang konon bisa menghentikan sepakterjang Maling Pandonga Guna pilih tanding yang bernama Kendang Gemulung.

Maling Pandonga Guna adalah sebutan untuk seorang pencuri yang selalu membagikan hasil curiannya kepada masyarakat miskin. Sebuah sifat mulia tapi dengan cara tidak benar.

Kisah berawal saat Mbah Pekih sedang berada di Pagubugan, tempat yang biasa digunakannya untuk beristirahat. Pada saat itu, datanglah Kendang Gemulung.

Memang tidak ada yang tahu persis apa tujuan Kendang Gemulung menemui Mbah Pekih saat itu. Yang ada, diantara keduanya terjadi perdebatan yang mengakibatkan Kendang Gemulung tersinggung. Dan saking marahnya, Kendang Gemulung menantang Mbah Pekih untuk adu kesaktian.

Mbah Pekih yang memiliki sifat rendah hati ini tidak menanggapi tantangan Kendang Gemulung, bahkan malah mengaku kalah dan kemudian mengajaknya masuk ke Pagubugan.

Konon, dalam Pagubugannya inilah keluhuran Mbah Pekih dibuktikan, hingga akhirnya Kendang Gemulung sadar akan kekeliruannya dan bertobat.

Demikian menurut cerita Poniman juru kunci makam Mbah Pekih kepada Pamor, Minggu (19 September 2021) lalu.

Makam Mbah Pekih berada di Dusun Pekih, Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas.

Makam yang berada tidak jauh dari pusat pemerintahan ini masih ramai dikunjungi peziarah baik dari dalam maupun luar kota Banyumas.//ipung