• News
  • Langgar PSBB, 3 Swalayan dan Seluruh Toko Emas di Kota Banjar di Tutup

Langgar PSBB, 3 Swalayan dan Seluruh Toko Emas di Kota Banjar di Tutup


Banjar - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap yang diterapkan pemerintah Kota Banjar telah selesai dilaksanakan. Berbagai macam evaluasi dan masukan diterima Pemerintah Kota Banjar melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar.

Hasil dari evaluasi berupa perpanjangan masa penerapan PSBB selama 14 hari kedepan. Dimana PSBB tahap kedua ini diterapkan lebih tegas lagi, dengan berbagai sanksi diterapkan.

Salah satu bukti yang ketegasan Pemerintah Kota Banjar dalam memberantas dan memutus rantai penyebaran Covid-19 yakni dengan menutup tiga toko swalayan dan seluruh Toko Emas di Kota Banjar. Toko-toko tersebut ditutup lantaran masih saja membadel dengan aturan penerapan PSBB yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Banjar.

"Saya sebagai Kepala Daerah akan memberikan kebijakan bahwa kemarin kita melakukam tes rapid dan mengevaluasi hasil PSBB. Hasilnya berupa penutupan beberapa toko perbelanjaan diantara Toserba Yogya, Samudra dan Padjajaran serta toko-toko perhiasan yang memang tidak bisa diatur karena melanggar PSBB. Sementara untuk lainnya Insya Allah akan kita evaluasi lagi," tegas Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih didampingi Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana, S.I.K., Dandim 0613/Ciamis, Letkol Arm Tri Arto Subagio, M.Int.Rel., M.M.D.S., Wakil Walikota Banjar, H. Nana Suryana, Kepala Kejaksaan Negeri Banjar, Gunadi, SH., M.H., Sekda Kota Banjar, Ade Setiana, dalam konferensi persnya di Posko Covid-19 Center Kota Banjar, Jumat (22 Mei 2020) sore.

Untuk penutupan, kata Hj. Ade Uu, akan dilakukan besok hari selama tiga hari kedepan terhitung sejak tanggal 23-25 Mei 2020 dan akan dibuka kembali pada tanggal 3 Syawal. Akan tetapi apabila melanggar lagi maka akan dilakukan penutupan kembali.

"Kota Banjar kita lanjut untuk PSBB yang kedua karena masih di level 3 dan ada ke khawatiran kerumunan-kerumunan orang banyak yang mudik, banyak yang datang, banyak yang belanja, banyak yang tidak peduli," imbuh Walikota.

Selain penutupan toko swalayan dan toko emas, Hj. Ade Uu Sukaesih juga menyampaikan untuk malam takbiran pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak melakukan takbir keliling. Masyarakat bisa takbiran dirumah saja dan tidak menimbulkan kerumunan orang.

"Malam takbiran, saya tegaskan tidak boleh keliling takbir, dilarang untuk takbir keliling. Boleh takbiran dirumah masing-masing dan kita perbolehkan takbir di masjid tetapi tidak lebih dari lima orang dan tetap protokol kesehatan," tegas Walikota.

Sementara terkait perayaan Hari Raya Idul Fitri, Walikota menginstruksikan kepada seluruh masyarakat Kota Banjar tidak terkecuali untuk dimohon dengan sangat sholat Idul Fitri di rumah saja. Sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia.

"Ada beberapa yang melaksanakan, besok akan kita bina, mudah-mudahan patuh, mudah-mudahan taat. Kita semua harus bersama-sama menjadi pejuang, kita harus berupaya, kita harus berkorban, tidak hanya Pemerintah Kota saja, tidak hanya TNI-Polri saja, tidak hanya para medis, dokter, wartawan, siapapun kita bersama-sama untuk berjuang bagaimana menghadapi pandemi Covid-19 ini. Yang bisa kita lakukan sekecil-kecilnya ataupun sebesar-besarnya, yuk sama-sama, sama-sama," tuturnya.

"Supaya cepat selesai, cepat selesai semuanya patuh, semuanya taat. Saya atas nama pemerintah tidak pilah pilih sebetulnya. Saya sudah capek tapi tetap harus semangat, tetap harus optimis, karena merubah karakter, merubah perilaku masyarakat, namun ini menjadi tantangan kita semua. Kita tidak saling salah menyalahkan, yuk apa yang bisa kita lakukan untuk Kota Banjar," lanjutnya.

Walikota berharap di momen akan menghadapi hari raya Idul Fitri, Hari Raya Kemenangan, mudah-mudahan semua benar-benar suci, suci hati untuk selalu tidak berburuk sangka. "Hayu kita menjadi pejuang-pejuang, semuanya tanpa terkecuali," katanya.

Walikota mengungkapkan, pihaknya tidak mau berbenturan dengan apapun, tetapi karena peraturan untuk mendisiplinkan, untuk menempatkan sesuatu, secara profesional, secara protokol Covid-19, terpaksa harus dilakukannya. "Saya sedih menutup swalayan, tetapi sudah tidak bisa diatur lagi ya sudah, dengan resiko gak papa. Saya betul-betul sayang semuanya, saya betul-betul berjuang, berkorban, mengabdi untuk Negara. Semuanya disini mengabdi untuk Negara, supaya Covid-19 ini cepat-cepat selesai," ungkapnya.

Walikota menambahkan bahwa pihaknya tidak ingin terlalu lama bencana ini melanda semua warga Indonesia khususnya Kota Banjar. Pihaknya merasa kasihan kepada anak-anak, para pedagang, akan tetapi kalau seperti ini terus yang sebagian melanggar, mengabaikan, tidak peduli, maka akan sampai kapan ini terjadi.

"Yuk sama-sama saling memaafkan, saling menghormati, saling menghargai supaya nanti hari Minggu kita bisa merayakan kemenangan. Banjar menang kalau kita semuanya peduli, Banjar juara kalau kita semuanya berjuang. Bukan saja Banjar tetapi Jawa Barat, tetapi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hayu dengan apa yang bisa kita perbuat, dengan apa yang bisa kita lakukan, taat, taat, semua," tandasnya.//yuli.