• News
  • KONGRES EBEG PERDANA DIRAMAIKAN DENGAN PENTAS EBEG KOLOSAL

KONGRES EBEG PERDANA DIRAMAIKAN DENGAN PENTAS EBEG KOLOSAL


Purbalingga - Kongres Ebeg 2019 sebuah acara yang  diprakarsai oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga ini  berjalan dengan sukses. Lebih dari 1000 pemain kuda lumping ikut serta dalam meramaikan  acara yang diselenggarakan di Lapangan Kelurahan Purbalingga Lor, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu (1 Desember 2019) lalu.

Acara yang dihadiri oleh Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi dan Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga, HR. Bambang Irawan ini juga disaksikan oleh ribuan masyarakat untuk menonton sebuah acara kesenian yang baru pertama kali diselenggarakan.

Saat acara, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menuturkan bahwa pihaknya memberikan apresiasi atas terselenggaranya Kongres Ebeg ini.  Potensi ebeg di Purbalingga sangat besar. "Jadi kegiatan ini selain menjadi ajang silaturahmi, juga menjadi salah satu even budaya dan atraksi pariwisata Kabupaten Purbalingga. Mudah-mudahan nanti konsisten dan menjadikanya agenda tahunan,” terangnya. 

Menurutnya, kongres Ebeg digelar sebagai upaya mengapresiasi kepada para pelaku seni khususnya ebeg untuk bisa menguri-uri budaya local. Saat ini di Kabupaten Purbalingga ada sedikitnya 150 paguyuban dan 30 komunitas ebeg. Pada kongres pertama ini, terbentuk paguyuban yang diberi nama Paku Beling atau Paguyuban Keluarga Ebeg Purbalingga. “Mudah-mudahan paguyuban ini mampu mewadahi berbagai pelaku ebeg yang ada. Sekaligus memudahkan fasilitasi pemkab kepada grup-grup ebeg yang menjadi anggotanya,” tuturnya

Selain membentuk paguyuban ebeg dan pentas ebeg kolosal, acara ini juga menyuguhkan dengan  bermacam-macam atraksi ebeg, serta  kegiatan pentas ebeg milenial yang diisi dengan pentas flash mob ebeg, pentas kolaborasi music reggae dan ebeg, pentas ebeg kolosal  serta berbagai atraksi budaya lainnya.

"Bagian yang paling menarik dan tentunya tak terpisahkan dalam kesenian kuda lumping ini adalah adanya sebagian penari ebeg yang mengalami “Kesurupan”," imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Ir Setiyadi, M.Si selaku penggagas kegiatan menyampaikan  kesenian Ebeg  merupakan kesenian tradisional peninggalan nenek moyang yang bisa dijadikan  asset budaya daerah. “Guna melestarikan budaya tersebut maka digelar Kongres Ebeg,” ujarnya.

Kegiatan Kongres Ebeg diisi dengan berbagai macam kegiatan, antara lain konggres ebeg yang tergabung dalam paguyuban ebeg Paku Beling, kemudian workshop penggendang serta pengukuhan pengurus Paku Beling.

Usai dikukuhkannya paguyuban Paku Beling, Ketua terpilih, Tuwarno memberikan hasil karya dari perajin lokal kepada Bupati Purbalingga bersama Kepala Dindikbud dan Ketua DPRD Bambang Irawan. Ketiganya pun ikut turun menari ebeg bersama ratusan penari ebeg peserta pentas ebeg kolosal.//MN.