• News
  • Ketua DPC PDIP Kota Banjar: Kami Partai Beradab dan Tidak Suka Memecah Belah Bangsa

Ketua DPC PDIP Kota Banjar: Kami Partai Beradab dan Tidak Suka Memecah Belah Bangsa


Banjar - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Banjar H. Nana Suryana mengatakan, para kader dididik untuk menanamkan rasa bahwa ini partai yang beradab, tidak suka memecah belah bangsa, lebih cinta damai, dan tidak suka menyakiti orang. Namun juga di tanamkan bahwa partai ini juga tidak suka disakiti orang lain.

Hal itu diungkapkan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Banjar, H. Nana Suryana didampingi Sekjen DPC PDIP Kota Banjar, Tri Pamuji Rudiyanto, dan puluhan kader PDI Perjuangan, seusai menyerahkan pengaduan tentang pembakaran bendera partai PDIP kepada Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny, S.I.K., M.H., di Mapolres Banjar, Jalan Siliwangi No.145, Karangpanimbal, Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, Sabtu (27 Juni 2020) lalu.

"Tidak mau buat orang sakit hati dan tidak mau dibuat sakit hati orang lain," imbuhnya.

H. Nana mencontohkan seperti Sabtu sore, 27 Juni ini, kedatangan para kader di Mapolres Banjar dengan penuh semangat, keberanian tetapi etika tetap dipakai, sebab ini partai yang beradab.

"Kami tetap menjaga NKRI, kami tetap menjaga Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia, karena kami adalah penganut Bung Karno sebagai pembuat Pancasila itu sendiri," katanya.

"Jadi kami paham sejarah, bagaimana 1 Juni Bung Karno menyampaikan pidato tentang Pancasila sehingga jadi lahir lah Hari Lahir Pancasila, bagaimana Pancasila dengan Piagam Jakarta berubah, bagaimana setelah Piagam Jakarta jadilah Pancasila yang termaktuk dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945, kami paham itu. Karena di kami partai yang Soekarnois dan tahu Pancasila itu sebagai ideologi bangsa dan partai," tambahnya.

H. Nana meminta kepada masyarakat untuk melihat secara langsung dengan kacamata sendiri bahwa ini partai yang suka damai, partai yang punya peradaban, punya etika dan semuanya tempuh jalur hukum. "Karena kami tahu bahwa negara kita ini negara hukum," tandasnya.//yuli.