• News
  • Kapolda Jateng Pimpin launcing aplikasi BTS dan Polisine Inyong Polresta Banyumas

Kapolda Jateng Pimpin launcing aplikasi BTS dan Polisine Inyong Polresta Banyumas


Banyumas - Dalam rangka menekan dan memonitoring kesehatan masyarakat yang bergejala Covid-19 di Banyumas, Polresta Banyumas bersama Pemkab Banyumas melauncing aplikasi Banyumas Tangguh 19 (BTS) dan Polisine Iyong.

Acara launcing dipimpin langsung oleh Kapolda Jateng Irjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. di Hotel Java Hariteg Purwokerto, Rabu (7 April 2021) malam.

Pada kesempatan itu Kapolda menyampaikan, Banyumas Tangguh 19 (BTS) merupakan sebuah aplikasi yang terintegrasi yang dapat digunakan oleh masyarakat dan Satgas Covid-19 Kabupaten Banyumas yang bertujuan untuk memperoleh laporan data kesehatan masyarakat, serta untuk memantau mobilitas masyarakat dan mempermudah pengawasan sesuai protokol kesehatan.

"Manfaat aplikasi ini yaotu untuk memaksimalkan penanganan bagi masyarakat terutama yang bergejala Covid-19, serta memberi rasa aman masyarakat lainnya karena semua sudah terekotd dari aplokasi tersebut," Kata Kapolda.

Kapolda juga menyampaikan, untuk menggunakan aplikasi BTS, masyarakat tinggal mengunduh aplikasi tersebut.

Dalam hal sosialisasi, lanjut Kapolda, jajaran Polresta Banyumas juga sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Jadi mari sama-sama kita sosialisasikan aplikasi ini sehingga masyarakat tahu bahwa dibanyumas ada aplikasi mudah untuk masyarakat, noleh masyarakat dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat itu sendiri," terangnya.

Sementara terkait dengan peluncuran aplikasi Polisine Iyong adalah berfungsi untuk mempermudah masyarakat dalam membuat permohonan pelayanan masyarakat secara mandiri.

Melalui aplikasi Polisine Inyong,  masyarakat dapat menghemat waktu hanya dengan mengisi data awal dahulu serta dapat menentukan waktu kedatangan ke Polresta.

Peluncuran aplikasi ini juga sesuai dengan perintah Kapolri untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

"Dengan aplikasi ini akan menekan angka penularan Covid-19. Anggota tidak perlu bertatap muka dengan masyarakat, dan masyarakat juga dimudahkan dalam melakukan pelaporan maupun pengurusan surat-surat dari kepolisian," tutupnya.//ipung.