• News
  • Jamasan Pusaka Kalibening

Jamasan Pusaka Kalibening


Masyarakat Dusun Kalibening, Desa Dawuhan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas menggelar jamasan pusaka, Rabu (20 Oktober 2021) kemarin.

Prosesi penjamasan dimulai dengan mengeluarkan ratusan pusaka untuk dijamasi di Sumur Pesucen yang berada tidak jauh dari makam Mbah Kalibening.

Setelah selesai dijamas, selanjutnya pusaka-pusaka tersebut dibawa kembali ke museum untuk dihitung di altar yang sudah disediakan.

Yang menarik pada jamasan kali ini yaitu Pendaringan Pusaka yang terisi penuh. Hal tersebut disampaikan Sutrimo selaku ketua panitia acara.

"Pada acara kali ini kami memang tidak membacakan tapsir hanya menghitung saja. Untuk Pendaringan yang penuh ya silahkan diartikan sendiri," ucapnya disela-sela acara.

Sementara, pada jamasan kali ini jumlah keseluruhan pusaka juga mengalami perubahan, yang sebelumnya berjumlah 571 buah, berkurang menjadi 565 buah.

Menurut Trimo, budaya yang ada di desa tersebut erat kaitannya dengan sejarah masa penyebaran agama Islam di Banyumas.

"Bukan hanya itu, pusaka yang tersimpan di Kalibening juga berkaitan dengan sejarah berdirinya Banyumas yang tertuang dalam Naskah Kalibening," terangnya.

Dalam tradisi tahunan yang dikemas dalam bentuk atraksi wisata Kalibening Culture Heritage (KCH) ini sudah dimulai sejak Selasa (19 Oktober 2021).

Malam tirakatan diisi dengan selamatan dan pementasan gendingan oleh kelompok kesenian setempat dan ditutup dengan menyanyikan tembang macapat Jawa serta prosesi pengambilan pusaka.  Dilanjut dengan gelar doa bersama untuk memohon keselamatan bangsa dan negara agar segera terbebas dari pandemi Covid-19.

Sesudah itu, di puncak acara, sejumlah pentas seni seperti gamelan, karawitan, kentongan dan shalawat juga digelar untuk menyambut para tamu yang berdatangan.//ipung