• News
  • Jamasan Pusaka Di Padepokan Ki Panca Bumi Mataram

Jamasan Pusaka Di Padepokan Ki Panca Bumi Mataram


Bagi masyarakat Jawa, bulan Suro atau Muharram adalah bulan yang sangat dikeramatkan. Di bulan ini berbagai acara tradisi dijalankan tak terkecuali dengan tradisi jamasan pusaka.

Tradisi tersebut hadir di banyak tempat, seperti halnya yang dilakukan oleh Ki Panca Bumi Mataram seorang praktisi spiritual asal kecamatan Sampang, Kamis (12 Agustus 2021) lalu.

Digelar di Pendopo Padepokan, puluhan pusaka dari berbagai jenis dijamasi. Tetapi sebelumnya, hal pertama yang dilakukan adalah dengan menggelar doa bersama atau tawasulan, yang kemudian dilanjutkan dengan doa memanggil leluhur.

"Acara jamasan ini kami gelar selama tiga hari, karena persiapan yang dilakukan tidak hanya persiapan fisik tapi juga persiapan rohani," kata Ki Panca saat ditemui di padepokannya, Kamis (3 September 2021).

Disampaikan, jamasan pusaka merupakan suatu upacara yang bersifat sakral. Oleh karena itu tidak hanya dibutuhkan persiapan fisik saja tetapi juga persiapan rohani.

Menurutnya, dalam menjalankan ritual jamasan hal pertama yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan berbagai sarana diantaranya adalah jeruk nipis, kembang 7 rupa, dan berbagai macam minyak.

Minyak yang disedialan adalah sesuai dengan karakter dan kodam dari masing-masing pusaka. Sebagai contoh pusaka keris dengan pamor pendaringan kebak minyak yang dibutuhkan adalah minyak yang terbuat dari sari seribu bunga.

Sementara untuk pusaka keris dengan pamor singkir, minyak yang dipakai adalah minyak melati dan kantil. Sementara untuk pusaka jenis tombak, minyak yang dipakai yaitu minyak cendana.

"Puncak acaranya yaitu membungkus kembali pusaka-pusaka dengan kain mori dan setelah itu digelar selamatan serta larungan bekas air jamasan di pantai Sodong Cilacap," tutupnya.//ipung