• News
  • Gubernur Serahkan Mobil Transformer ke Tiga Desa di Pangandaran

Gubernur Serahkan Mobil Transformer ke Tiga Desa di Pangandaran


Pangandaran - Gubernur Jawa Barat, Dr. H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D., menyerahkan tiga mobil "Transformer" kepada tiga desa di wilayah Kabupaten Pangandaran. Ketiga desa tersebut yakni Desa Pangandaran, Desa Kalipucang, dan Desa Cimindi.

"Kami berikan mobil Transformer, mobil serbaguna untuk diberikan ke desa-desa mandiri di Pangandaran," tutur Ridwan Kamil usai penyerahan mobil di Lapangan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (1 Desember 2019).

Ridwan Kamil mengatakan, pemberian mobil ini berawal dari curhatan warga di media sosial. Mereka sering mengeluh kesulitan saat membutuhkan mobil untuk sejumlah kebutuhan.

"Susah saat angkut orang sakit, angkut barang hasil panen, enggak ada tontonan untuk hiburan di desa. (Sound system) acara kawinan, dangdutan harus sewa, kadang-kadang mereka tidak mampu," terangnya.

Berdasarkan curhatan tersebut, ia kepikiran untuk mencari solusinya. Akhirnya dia mendapat ide membuat mobil serbaguna.

"Lahir gagasan setelah nonton film Transformer. Mobilnya bisa berubah," kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil menuturkan, mobil ini awalnya bernama mobil siaga. Kemudian mengubahnya sesuai visi misi, dan ada kata juara-nya. Nama mobil ini berubah menjadi Maskara alias Mobil Aspirasi Kampung Juara.

"Sesuai bisikan istri saya, namanya Maskara," kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa mobil ini bisa dipakai nonton bareng karena dilengkapi infokus dan layar proyektor. Selain itu bisa juga dipakai membawa pasien ke rumah sakit karena ada kotak P3K dan tabung oksigen.

"Ada sound system untuk acara kawinan, sunatan. Saat panen butuh untuk mengangkut barang ke pasar, boleh dipinjam ke kepala desanya. Saat piknik ke pantai, bisa untuk angkut orang juga," ungkapnya.

Tahun ini, kata Ridwan Kamil, pemprov menyiapkan 126 mobil "Transformer" untuk dibagikan kepada desa mandiri. Tahun depan, Ridwan Kamil berjanji akan menambahnya. "Ini jadi stimulant kepada desa-desa untuk naik kelas, ada reward," pungkasnya.//yuli.