• News
  • Gempar Kampung Produktif, Upaya Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Kota Banjar

Gempar Kampung Produktif, Upaya Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Kota Banjar


Banjar - Guna menggali potensi wirausaha yang ada di masyarakat, dengan menghadirkan suatu produk yang berbeda dari yang lainnya, Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan meluncurkan sebuah program yang dinamakan Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat atau Gempar Kampung Produktif. Program ini diluncurkan secara langsung oleh Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, di halaman Madrasah Diniyah Islamiyah, lingkungan Margasari, Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Senin (18 November 2019).

Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih menjelaskan, kampung produktif merupakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelaku usaha mikro kecil menengah secara bersinergi, terintegrasi, lintas sektoral, berkelanjutan, dan tepat sasaran. Melalui berbagai tahapan mulai dari pembinaan, pendampingan, pelatihan, dan pembukaan akses permodalan serta akses pemasaran.

"Sesuai dengan visi Kota Banjar, dengan iman dan taqwa kita wujudkan Kota Banjar yang bersih pemerintahannya, sejahtera masyarakatnya, asri lingkungannya menuju Banjar Agropolitan. Serta misi pembangunan Kota Banjar yang salah satu diantaranya yaitu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi," ujar Walikota dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Walikota mengatakan, salah satu fokus pembangunan di Kota Banjar antara lain, upaya untuk meningkatkan kinerja pembangunan inklunsif dan daya beli masyarakat. Pembangunan inklunsif berarti pembangunan yang mengajak, masuk, dan mengikutsertakan semua lapisan masyarakat dengan berbagai latar belakang.

"Semoga tidak ada lagi masyarakat khususnya masyarakat kecil seperti pelaku usaha mikro kecil menengah tidak dilibatkan dan terlibat dalam pembangunan Kota Banjar. Sehingga pelaku usaha mikro kecil menengah dapat naik kelas, baik kelas usahanya maupun kelas pendapatannya. Selain itu juga, muncul wirausaha baru yang turut serta menikmati proses pembangunan dan terciptanya lapangan kerja di Kota Banjar," jelasnya.

Sementara itu, salah satu bentuk sinergitas dan terintegritas dari program ini, kata Walikota, adalah adanya nota kesepahaman bersama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Banjar. Tentunya dalam upaya pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil menengah melalui penyaluran bantuan modal, bantuan alat usaha, pendampingan, dan pembinaan.

"Semoga dengan sinergitas ini diharapkan dapat menciptakan wajib zakat baru yang membayarkan zakat, infaq, dan sodaqoh melalui Baznas Kota Banjar," imbuhnya.

Sememtara itu, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kota Banjar, H. Saifuddin, A.Ks., M.Kes., menambahkan, program kampung produktif ini dapat membentuk wirausaha baru dalam menggali potensi yang ada. Dengan memunculkan berbagai produk olahan yang khas dan berbeda dari yang lain.

"Mudah-mudahan bisa meningkatkan perekonomian dan daya beli masyarakat," katanya.//yuli.