• News
  • "Cerdas Informasi Di Era Digital" tema Ngobrol Bareng Legislator di Hadiri Ahmad Syaikhu

"Cerdas Informasi Di Era Digital" tema Ngobrol Bareng Legislator di Hadiri Ahmad Syaikhu


Laporan Wartawan TabloidPamor.com, Sholastica Vania PS

TABLOIDPAMOR.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online yakni Ngobrol Bareng Legislator dengan mengusung tema: “CERDAS INFORMASI DI ERA DIGITAL”. Seminar diselenggarakan pada hari Rabu, 24 Mei 2023 melalui platform zoom meeting.

Dalam seminar Ngobrol Bareng Legislator ini, terdapat empat narasumber yang berkompeten pada bidangnya, yaitu H. Ahmad Syaikhu (Anggota Komisi I DPR RI), Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc (Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI), Erwyn Kurniawan (Presiden Reli 2017-2020) dan Ibu Dr. Hj. Cucu Sugiarti, M.Pd selaku Dosen Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA).

Seminar Ngobrol Bareng Legislator ini merupakan acara yang diinisiasi dan didukung oleh Kementerian Kominfo, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan memiliki beberapa tujuan, diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Ditjen APTIKA, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.

Sesi pemaparan diawali oleh pengantar serta pembukaan yang disampaikan oleh H. Ahmad Syaikhu. "Menyampaikan bahwa Cerdas Informasi Di Era digital yang saat ini kita jalani itu seperti pasar bebas dan informasi yang tersebarpun itu beragam, ada yang positif ada juga yang negative."

"Langkah kita apakah akan memilih informasi yang bermanfaat atau memilih informasi yang berdampak buruk. Karena kita mengetahui bahwa siapapun bisa membuat dan menyebarkan informasi melalui platform digital tanpa menilai baik dan buruk dari dampak informasi yang disebar, " Ahmad Syaikhu menyampaikan dalam sambutannya.

Lebih lanjut Ahmad Syaikhu menyampaikan, "Dengan kecanggihan teknologi,  informasi yang tersebarpun tersebar dengan cepat bahkan per detik itu bisa berubah, contohnya seperti informasi yang disebar melalui whatsapp tentunya itu tidak mungkin sepenuhnya kita kaji dan filter, " jelasnya.

Dan masih kata Ahmad Syaikhu, "Dengan demikian jelas bahwa pentingnya literasi digital bagi masyarakat itu bisa membantu dalam upaya mengikis informasi-informasi yang negative dan kemudian kita filter dan share dengan konten dan informasi yang baik dan bermanfaat. Kemudian pernanan generasi mudapun haruslah menjadi garda terdepan dalam upaya mewujudkan masyarakat cakap, cerdas, dan bijak dalam digital, " tandasnya.

Selanjutnya adalah sambutan oleh Semuel Abrijani Pangerapan. Dalam pemaparannya, Semuel menyampaikan bahwa, "Sebagaimana yang telah diketahui bersama, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara kita beraktivitas dan bekerja. Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegaskan kita sedang menghadapi era disubsi teknologi. " 

"Untuk mengahadapi hal tersebut, kita semua harus mempercepat kerjasama kita dalam mewujudkan agenda trasnformasi digital Indonesia. Bersama-sama wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi. Kemampuan yang kita miliki serta keunggulan yang terus dijaga akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat dan besar, serta menjadi unggul dalam segi sumber daya manusia, " terang Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini.

Dilanjutkan narasumber Erwyn Kurniawan selaku Presiden Reli 2017-2020, "Mengutip dari buku Peran Literasi Digital di Masa Pandemik (2021) karya Devri Suherdi, literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya."

"Kecakapan pengguna dalam literasi digital mencakup kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat serta memanfaatkannya dengan bijak, cerdas, cermat serta tepat sesuai kegunaannya. Saring sebelum ‘sharing’ yaitu dilarang plagiat, gunakan fakta, nara sumber dan data primer, cek - ricek fakta dan data, gunakan nara sumber kredibel dan kapabel, perhatikan dan peduli kaidah/nasehat hukum, utarakan rahasia secara selektif, hati-hati dengan pendapat nara sumber, pelajari batas daya ingat, hindari konflik kepentingan, dilarang lakukan pelecehan, dan pertimbangkan setiap pendapat, " jelas Erwyn.

Paparan materi terakhir disampaikan oleh Hj Cucu Sugiarti, selaku Dosen Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), mengatakan bahwa, "Banyak sekali masyarakat seperti di usia anak-anak yang kecanduan media social atau medsos yang mana memainkan handphone untuk bermain game dimana oleh orang tuanya sendiri yang memperbolehkan."

"Sebagai orang tua seharusnya anak-anak di berikan konten-konten yang bermanfaat sesuai dengan usianya atau bisa juga di beri waktu yang mana boleh memakai media ini dengan durasi waktu 1 jam misalnya, " kata Cucu Sugiarti.

Lajut Cucu Sugiarti. "Insyaallah dengan membangun komitmen dalam keluarga dalam bermedia digital yang hari ini sudah sangat pesat nantinya tidak jadi boomerang bagi kita sendiri. Bermain diluar ruangan bisa menjadi solusi atau bermain dengan orang tua. Maka sebagai orang tua harus pandai mensiasati anak-anak. Memberikan sarana-sarana atau mainan anak-anak seperti masak-masakan, " terang Cucu.

Setelah pemaparan materi dari keempat narasumber selesai, dilakukan sesi tanya jawab untuk para peserta. Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta kepada para narasumber. Seluruh peserta terlihat begitu kondusif dan juga aktif dalam menyimak materi yang di paparkan oleh para narasumber.