• News
  • Cegah Penyebaran Covid 19, Kecamatan Langensari Laksanakan RDT

Cegah Penyebaran Covid 19, Kecamatan Langensari Laksanakan RDT


Banjar - Sudah ribuan alat Rapid Diagnosis Test (RDT) dipergunakan dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Kota Banjar, Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Banjar, dr.Agus Budiana usai pemeriksaan RDT di Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis, (9 Juli 2020) lalu.

Agus menyebutkan bahwa pihaknya sudah sering melakukan berbagai pemeriksaan terkait penanganan Covid-19 di Kota Banjar.

"Untuk alat yang disiapkan ada sekitar 5200 alat Rapid, yang mana sudah dipergunakan dan tersisa sekitar 1000 alat Rapid Test," katanya.

Menurutnya, dalam pemeriksaan di Kecamatan Langensari pihaknya menargetkan sekitar 200 pemeriksaan yang mana pemeriksaan tersebut dilakukan secara massal dan khususnya untuk perangkat desa kecamatan ini.

"Namun total yang diperiksa ada 95 orang dan mereka semuanya dinyatakan non-reaktif," kata dia.

Selain itu, Agus mengatakan jika dalam pemeriksaan RDT dinyatakan reaktif, kali ini pihaknya langsung melanjutkan pemeriksaan swab  terhadap masyarakat yang reaktif tersebut.

"Kami langsung lakukan pemeriksaan swab dan menyarankan orang tersebut untuk melakukan isolasi mandiri sampai hasil swab keluar," ujar Agus.

Sementara itu, salah satu perangkat desa di Kecamatan Langensari, Rosadi mengaku adanya pemeriksaan rapid test. Dirinya mendapatkan undangan dari desa untuk mengikuti pemeriksaan tersebut.

"Saya datang saja, supaya bisa mengetahui kesehatan diri saya. Rasa khawatir pasti ada, tapi apa boleh buat dari pada kita sakit dan merugikan orang banyak," ungkapnya

Nantinya, ketika hasil pemeriksaan telah keluar dan dinyatakan non-reaktif, dirinya merasa tenang dan akan tetap melakukan protokol kesehatan dengan disiplin.

"Alhamdulillah hasilnya tidak ada yang reaktif, padahal saya semalam habis begadang dan pola hidup kurang baik," terangnya.

Ditambahkan Rosadi, awalnya saya takut karena hal tersebut, namun ketika hasil keluar dan tidak reaktif, saya menyarankan untuk masyarakat supaya mau dan jangan takut untuk mengikuti pemeriksaan yang dilakukan pemerintah ini. "Karena belum tentu ketika kurang tidur bakalan dinyatakan reaktif," imbuhnya.

Rosadi berharap kita harus selalu jaga kesehatan dan berpola hidup sehat, seandainya tidak terlalu penting sebaiknya jangan dipaksakan untuk beraktivitas dan tetap menjaga protokol kesehatan.

Selanjutnya, pemeriksaan akan terus dimaksimalkan di berbagai instansi pemerintahan yang ada di Kota Banjar.//heru.