• News
  • Cegah Covid-19, Video Call Diterapkan Lapas Kelas IIB Banjar Saat Kekuarga Berkunjung

Cegah Covid-19, Video Call Diterapkan Lapas Kelas IIB Banjar Saat Kekuarga Berkunjung


Banjar - Di masa pandemi Covid-19, protokol kesehatan secara ketat diterapkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat. Penerapan protokol kesehatan ketat sudah dapat dirasakan dari sejak mulai depan kantor pelayanan publik hingga di dalam blok Warga Binaan Pemasyarakat (WBP).

Beragam fasilitas penunjang pencegahan Covid-19 disediakan, mulai dari tempat cuci tangan, handsanitizer tersedia disetiap sudut Lapas Kelas IIB Banjar hingga kewajiban penggunaan masker. Pengunjung maupun petugas juga dilakukan pengecekan suhu tubuh ketika hendak masuk ke lingkungan Lapas.

Selain itu, untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, kunjungan keluarga kepada WBP secara tatap muka selama pandemi ditiadakan, namun hanya dapat dilakukan melalui video call di tempat yang telah disediakan oleh pihak Lapas Kelas IIB Banjar. Video Call, WBP melakukannya di Kantor Pengawas Lapas sedangkan pengunjung melakukan di kantor pelayanan publik Lapas. 

"Di masa pandemi ini kunjungan ke WBP kami lakukan secara Video Call. Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah kita meminimalisir penyebaran Covid-19, namun tetap tidak memutus silaturahmi Keluarga WBP," ujar Kepala Lapas Kelas IIB Banjar Muhammad Maulana, A.Md., IP., SH., M.Si., melalui Kasubsi Perawatan Narapidana dan Anak Didik Sutan Hasibuan saat ditemui di ruang tunggu Lapas Kelas IIB Banjar, Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis (25 Februari 2021).

"Peniadaan kunjungan secara tatap muka langsung ini sudah diterapkan sejak awal munculnya kasus Covid-19 di Indonesia yakni Maret 2020 lalu hingga saat ini," tambahnya.

Untuk kiriman ke WBP dari pengunjung, kata Sutan, masih diperbolehkan namun tetap harus memperhatikan protokol kesehatan. Pengunjung hanya bisa menitipkan kiriman kepada petugas dan akan diserahkan kepada WBP.

"Kiriman seperti makanan dari pengunjung atau pihak keluarga tetap dilayani melalui petugas Lapas. Namun sebelumnya dilakukan pemeriksaan terhadap kiriman itu, dan dilakukan sterilisasi pencegah penyebaran Covid-19," kata dia.

Sementara itu, terkait penitipan tahanan dari dalam Kota Banjar maupun pindahan WBP, lanjut dia, tetap menerima. Tetapi harus melalui tahapan protokol kesehatan secara ketat. "Kita masih menerima kiriman WBP atau titipan tahanan. Syaratnya harus bebas Covid-19 dengan dibuktikan hasil Rapid Test Antigen," ucap Sutan.

Tidak sampai disitu, Sutan menuturkan, tahanan maupun WBP pindahan akan diisolasi terlebih dahulu sebelum bisa berbaur dengan warga binaan lainnya. Setiap WBP pindahan akan ditempatkan di satu ruangan isolasi yang sama.

"WBP Pindahan atau tahanan titipan akan kami tempatkan di Blok B terlebih dahulu untuk melakukan isolasi selama 14 hari. Mereka akan dimasukan dalam satu ruangan sesuai dengan waktu kedatangan. Ini kami lakukan sebagai upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 khususnya dilingkungan Lembaga Pemasyarakatan," tuturnya.

Sutan menambahkan, setiap satu jam sekali melalui pengeras suara Lapas menyampaikan edukasi dan himbauan protokol kesehatan. "Ini salah satu terobosan kami untuk selalu mengingatkan WBP dan petugas Lapas untuk selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sehingga timbulnya kesadaran WBP dan petugas guna membantu Pemerintah dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19," tandasnya.

Sebaga informasi, jumlah penghuni Lapas Kelas IIB Banjar berjumlah kurang lebih 325 orang. Dimana sebanyak 293 merupakan warga binaan pemasyarakatan, dan 32 orang lainnya merupakan tahanan titipan.//yuli.