• News
  • Ayam Goreng dan Empal Serundeng Warung Lalagung, Nyooos!!! Penasaran Coba

Ayam Goreng dan Empal Serundeng Warung Lalagung, Nyooos!!! Penasaran Coba


JAKARTA - Warung Tegal atau Warteg merupakan warung makan yang menyediakan makanan dan minuman dengan harga terjangkau kelas menengah ke bawah di pinggir jalan, yang dikenal cukup sederhana dengan bentuk bangunan identik sempit dan kurang bersih namun menyuguhkan beragam aneka lauk rumahan dengan harga miring sudah menjadi ciri khas dari warteg.

Meski demikian, rupanya warteg yang satu ini dengan konsep kekinian sangat menarik untuk dikunjungi  yaitu Warung Lalagung yang menghadirkan konsep warteg modern dengan makanan khas Sunda dengan harga yang bersahabat di kantong.

Warung Lalagung berlokasi di Ruko Glaze 1 blok A11 Jalan Kelapa Dua, Gading Serpong, Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan. Tempatnya tingkat ruang atas ber-AC sedang dibawah hanya ada 5 meja karena dapurnya ada didepan jadi agak sempit.

Cynthia Wijayanti Putri selaku salah satu owner Warung Lalagung mengatakan pihaknya ingin menghadirkan warteg modern dengan konsep bersih nyaman dan enak ketika menikmati makanan rumahan ala Sunda tentu dengan harga yang bersahabat sehingga orang terasa seperti sedang berada dirumah sendiri sehingga gak perlu repot repot masak lagi sendiri.

“Kalo warteg kan selama ini identik kalo orang mau makan takut karena jorok atau tempatnya kecil nah kita buat sedemikian rupa sehingga warung Lalagung bisa mencakup kalangan bawah hingga atas harganya pun bersahabat gak kalah sama warteg tapi tempatnya lebih nyaman ada ac dan merasa seperti dirumah menikmati makanan rumahan yang selalu fresh setiap hari dibuat dan gak pernah makanan sisa jadi harus selalu baru terus,” terang Cynthia kepada tabloidpamor.com Sabtu (10/9/2021) diwarung Lalagung, yang berlokasi di kawasan Kelapa Dua Gading Serpong, Tangerang Selatan.

Konsep bangunan sarung makan ini menghadirkan spot foto ada tulisan dan fotonya lucu konsep kekinian serta mengajak orang untuk berfoto foto sekaligus memanjakan mata dan membuat betah banyak orang ketika berada di lokasi.

"Saat mengkonsepkan Lalagung Gading Serpong kita kan mau membuat sesuatu yang berbeda karena bentuknya berupa ruko dan pakai ac kita ingin membuat sesuatu yang beda dimana orang datang yang instagramable yang ada gambar foto dan tulisan jadi buat tempat selucu dan semenarik mungkin,” jelas Cynthia.

Cynthia Wijayanti Putri yang akrab disapa Tya mengungkapkan meski mengusung konsep warteg modern dan kekinian, harga menu yang ditawarkan begitu bersahabat dimana menu Lalagung setiap hari menunya pasti tetapi jenis banyak ada tumisan sayur itu ada beberapa tumis kangkung labu, pare, buncis, tauge lalu ada mie goreng tempe orek ada kikil ati ampela tahu tempe spesial ayam goreng empal dan paru karena ada bumbu rahasia yang membuat berbeda dari warung yang lain dan pastinya harga yang ditawarkan bersahabat di kantong anak pelajar dan kostan.

“Ayam Goreng dan empal Serundeng Warung Lalagung ini rekomen banget buat dicoba. Ayam dan empalnya fresh, gurih, penuh rasa rempah dengan bumbu rahasia pakai serundeng, dan pas dengan sambalnya berbeda dari warung lainnya. Untuk harga kisaran termurah dibawah 10 ribu ada sayur asem 8 ribu seporsi paling mahal serundeng empal di Rp 19 ribu lalapan minuman dan sambel kita free flow alias gratis. untuk menjangkau anak muda karena konsumen banyak dari kalangan anak kuliahan dan kost kita hadirkan paket murah 20 ribu sudah dapat ayam nasi. Kita ada juga promo paket couple makan berdua cuma 40-50 ribu dan promo lainnya tiap bulan,” jelas Tya.

Sementara itu, Tya mengungkapkan bahwa adanya pandemi membuat bisnis warteg modern Lalagung ini begitu terdampak dari sisi omset penjualan yang turun drastis karena adanya aturan larangan makan ditempat ketika di masa pembatasan kegiatan mobilitas masyarakat (PPKM) membuatnya harus putar otak menghadapi situasi ini mulai dari mengurangi menu yang disajikan hingga pengurangan karyawan.

“Pandemi kita kehajar banget omset kita menurun banget sekarang paling sedikit sehari dapat 500 ribu bahkan pernah 300 ribu padahal sebelum pandemi omset bisa 5-8 juta perhari itu pengunjung sampe antri sampai keluar untuk lauk ayam dulu sehari sebelum pandemi 200 potong bisa sampai masak lagi dan dari sisi karyawan sementara ada pengurangan makanya kita butuh support teman media untuk Warung Lalagung bisa makin dikenal dan disukai sehingga konsumen bisa kembali,” harap Tya.

Artis senior Debby Sahertian yang hadir dan mencicipi aneka makanan di warung Lalagung mengaku senang karena merasa makan dirumah sendiri ditambah dengan konsepnya menarik karena makanan rumah itu sampai kapanpun gak akan mati dan desperate choice itu artinya sudah yang terbayang makanan rumah dan nomor dua nasi goreng itu desperate choice kalo masalah steak itu selera kalo mau kenyang ini paling bener dan sehat.

“Menarik juga bangunan dalam instagramable karena menceritakan menu makanan melalui gambar karikatur binatang ada cumi, ayam, sambel jadi cocok idenya menarik dan yang aku habiskan empal goreng serundeng itu habis nasi sisa empalnya habis itu sama sayur toge, cumi cabe ijo sama ikan asin,” tutup Debby Sahertia.//van