Kamis, 16 Januari 2014 - 08:43:23 WIB
Ribuan Pengunjung Menyaksikan Jimatan Kalisalak
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Budaya - Dibaca: 27326 kali

Ribuan orang antusias menyaksikan jalannya prosesi Jamasan Jimat Rabu (15/01/2014) di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Banyumas.  Diantara kepulan asap dupa dari pedupan yang diletakan diatas sebuah meja altar setinggi 1,5 meter dihalaman lumbung jimat, juru kunci beserta para kerabat dengan berpakaian adat tampak sibuk mengeluarkan benda-benda peninggalan Sunan Amangkurat I dari dalam lumbung jimat. Jamasan jimat ini adalah sebuah Acara tahunan yang diadakan diantara tanggal 12-13 bulan maulid.

Satu per satu benda yang disebut sebagai Jimat Kalisalak dikeluarkan dari dalam langgar dan diasapi dengan asap dupa oleh juru kunci Ki Mad Daslam Dwijodipura sebelum diletakkan di atas meja altar. Jimat yang pertama kali dikeluarkan berupa "bekong" atau alat takar beras yang terbuat dari tempurung kelapa, disusul benda-benda peninggalan lainnya.

Setelah seluruh jimat dikeluarkan dari dalam langgar, Ki Mad Daslam terlebih dulu mendata dan mengecek kondisi jimat, apakah sama seperti tahun sebelumnya atau mengalami perubahan. Pendataan semua benda peninggalan inilah yang ditunggu-tunggu ribuan warga yang menyaksikan jalannya prosesi jamasan jimat ini, karena fenomena yang muncul dinilai sebagai isyarat zaman. Setelah semua benda diperiksa dan di data satu per satu barulah upacara jamasan dilakukan.

Karto Mirjo (74) salah satu pengunjung asal Kebumen mengatakan, setiap tahunnya tidak pernah melewatkan untuk menyaksikan prosesi jamasan jimat kalisalak tersebut lantaran fenomena yang muncul sangat berhubungan dengan profesinya sebagai petani.

"Selama ini saya selalu berpatokan dengan hasil ramalan jamasan jimat kalisalak untuk bertani, dan yang saya rasakan selama ini hampir semuanya terbukti." Ucapnya.

Begitu pula dengan Margono (55) asal Purbalingga yang setiap tahunnya selalu mengikuti jalannya prosesi jamasan tersebut. Menurutnya, selain sebagai acara hiburan, fenomena yang muncul pada beberapa jimat yang ada menjadi daya tarik tersendiri untuk selalu diikuti. 

Fenomena-fenomena yang terjadi pada beberapa jimat memang diyakini sebagai pertanda apa yang akan terjadi di satu tahun kedepan kususnya untuk masyarakat petani yaitu berhubungan dengan cuaca dan hasil panen padinya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada acara jamasan kali ini seluruh kerabat langgar jimat mengenakan kalung bawang sebungkul dan cuping gajah uling. Kalung bawang sebungkul disini yaitu sebuah kalung dari rangkaian bunga melati begitu pula denga cuping gajah uling.

KPAr Hargo Kusumo Suyatmanto Diningrat Ketua Pakem Paguyuban Keluarga Mataram Banyumas saat membuka acara jamasan jimat kalisalak mengatakan, dipakainya kalung bawang sebungkul dan cuping gajahuling oleh seluruh kerabat jimat kalisalak ini adalah sebuah firasat yang ia terima untuk memperingati keberadaan jimat peninggalan Sunan Amangkurat I yang sudah berusia 330 tahun.//ipung.