Kamis, 07 Desember 2017 - 08:23:40 WIB
Potret Muram Curug Cipendok
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Jendela Wisata - Dibaca: 632 kali

Cerita berawal dari Raden Ranusentika yang hendak membuka hutan belantara di sekitar lereng Gunung Slamet untuk dijadikan perkebunan. Selama berbulan-bulan tidak mendapatkan hasil karena apapun yang ditebang keesokan harinya tumbuh kembali seperti semula. Hal itulah yang menjadi kegelisahan Raden Ranusentika hingga ia memutuskan untuk bertapa memohon petunjuk Sang Pencipta. Namun, hingga beberapa hari tak ada satupun petunjuk yang diterima. Akhirnya ia memutuskan untuk menanggalkan semuanya lalu pergi memancing ikan di sungai (Sungai Plukut) dekat air terjun atau curug dalam bahasa Sunda.

Saat memancing bukannya ikan yang di dapat melainkan sebuah benda kecil yang biasa dipakai untuk warangka keris yaitu "pendok". Raden Ranusentika berusaha mencari kerisnya, tetapi ia malah mendapati sesosok makhuk halus berupa peri bernama Dewi Masinten putri Pangeran Gringging Wesi yang berkuasa di lereng Gunung Slamet. Atas pertemuan itu sang dewi bersedia membantu Raden Ranusentika untuk membuka perkebunan, dan curug tempat pertemuan mereka diberi nama Cipendok. Demikian cerita yang melatarbalakangi nama Curug Cipendok dari penuturan pak Jangkung pada PAMOR. Rabu, 6 Desember 2017.

Ketika Sungai Plukut yang mengalir di curug menjadi titik terang jawaban atas kegelisahan Raden Ranusentika saat itu, pada beberapa bulan ini justru menjadi titik awal kegelisahan masyarakat di sekitarnya. karena sungai yang biasanya mengalirkan air yang jernih kini menjadi keruh dan tidak layak dikonsumsi. Sementara masyarakat yang daerahnya dilalui aliran sungai tersebut banyak yang memanfaatkan airnya sebagai sumber penghidupan. Informasi yang beredar bahwa keruhnya air curug salah satunya akibat pembangunan jalan untuk proyek pembangunan PLTPB Baturraden.

Demikian juga dengan para wisatawan yang datang ke obyek wisata Cipendok. Mereka biasanya dapat bermain dan berenang di curug dengan airnya yang bersih dan dingin khas mata air pegunungan, kini harus kecewa dengan kondisi curug yang tidak seindah dulu. Meskipun ada daya tarik lain yang ditawarkan berupa pemandangan alam, tetapi kurang lengkap tanpa pemandangan air terjun yang kini bak potret muram Curug Cipendok.//sp.