Jumat, 09 Mei 2008 - 09:58:48 WIB
Keraton Kasepuhan Cirebon
Diposting oleh : Suparjo
Kategori: Sejarah - Dibaca: 4217 kali

Bermula dari Keraton Pakung Wati yang didirikan pada tahun 1430 oleh Putra Mahkota Pajajaran yang bernama Pangeran Walang Sungsang atau Cakrabuana. Pangeran Cakrabuana juga dikenal dengan nama Mbah Kuwu Cirebon. Kemudian Keraton diserahkan pada Syekh Syarief Hidayatulloh atau Sunan Gunung Jati setelah menikah dengan Ratu Ayu Pakung Wati. Oleh Sunan Gunung Jati pada tahuh 1529, memperluas Keraton Pakung Wati ke sebelah barat daya. Keraton Pakung Wati kemudian diganti nama menjadi Kasepuhan Cirebon setelah berdiri Keraton Kanoman oleh Pangeran Kertawijaya. Keraton Pakung Wati juga disebut Puserbumi, selain di dalamnya terdapat situs Puser Bumi, konon menurut para wali Keraton Cirebon disebut Negara Gede Puserbumi. Situs lama Keraton Pakung Wati, petilasan Pangeran Cakrabuana, dan petilasa Sunan Gunung Jati masih terjaga keberadaannya di Keraton Kasepuhan Cirebon. Terdapat pula Sumur Kejayaan yang airnya kerap digunakan orang untuk berbagai ritual seperti siraman nuju bulan, widodareni, bangun rumah, dan lain-lain. Menurut Ki Satu, abdi dalem kasepuhan, banyak orang yang datang dengan maksud tujuan tertentu yang menggunakan sareat air Sumur Kejayaan, selain itu ada juga Sumur Agung (Sumur Bandung) yang airnya juga kerap digunakan untuk kepentingan-kepentingan spiritual tertentu. Pada abad ke 15. Sunan Gunung Jati diberi gelar oleh para wali, “Panetep Panata Gama Rosul†yaitu orang yang menetapkan penataan agama Islam Rosululloh SAW. Waktu itu para wali mengumumkan kepada para ulama sepulau Jawa agar mengikuti jejak Sunan Gunung Jati. Pada bagian depan keraton yang disebut dengan Gapura kutaraga wadasa. Kutaraga adalah cirikas Cirebon disebut juga Mega Mendung “Lambang pengayoman seorang Sultanâ€. Wadasan yang berarti manusia mempunyai dasar atau pondasi yang kuat yaitu keImanan. Di depannya terdapat tugu sebagai simbol keImanan pada Yang Maha Tunggal. Di Keraton Kasepuhan Cirebon terdapat beberapa bangsal diantarantya, Bangsa Jinem Pangrawit yaitu Serambi depan istana, Jinem artinya tempat tugas dan Pangrawit artinya lurus (baik). Difungsikan sebagai tempat tugas Pangeran Patih, atau Wakil Sultan. Bangsal Los Gajah Nguling, disebut Gajang Nguling (gajah yang sedang berbunyi) karena bangunan agak nyerong, menghadap kiblat, dan antara pintu depan dan belakang tidak lurus. Gajah kalau sedang berbunyi, belalainya diangkat dan posisinya nyerong. Bangsal Pringgandani, mengambil dari cerita pewayangan, dulu difungsikan untuk pisowanan atau sebah kliwon. Tempat pisowanan para bupati seperti Kuningan, Indramayu, dan Majalengka. Juga disebut Wilayah tiga Cirebon. Bangsal Prabayaksa, dulu difungsikan untuk musyawarahnya para Mentri, sekarang difungsikan untuk musyawarah tamu-tamu negara. Bangsal Panembahan, dulu difungsikan untuk singgasana Gusti Panembahan. Sekarang difungsikan untuk persiapan prosesei upacara adat turunnya Panjang Jimat. Di area keraton juga terdapat Langgar Alit yang dibuat tahun 1529, dan sering digunakan untuk peringatan hari raya Islam Pada bagian depan Kraton Kasepuhan terdapat bangunan yang disebut Siti Hinggil (tanah tinggi) yang difungsikan untuk podium Raja waktu melihat acara di Alun-alun. Di Siti Hinggil ini terdapat lima bangunan tanpa dinding. Mande Malang Sumirang sebagai tempat duduk Sultan. Tiang pokok berjumlah 6, artinya rukun Iman. Jumlah seluruh tiang ada 20 mengambil sifat 20. Mande Semar Tinandu tempat duduk penghulu atau penasehat raja. Tiang pokok dua yaitu melambangkan dua kalimah sahadat. Mande Pandawa Lima, dulu difungsikan tenpat duduk panglima, tiangnya lima melambangkan rukun Islam. Mande Pengiring dulu difungsikan sebagai tempat duduk para pengiring raja. Mande Karesmen, yang sampai sekarang masih difungsikan untuk membunyikan gamelan sekaten. Gamelan sekaten hanya dibunyikan dua kali dalam setahun, yaitu pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Kondisi Siti Hinggi kurang begitu terawat, padalah bentuk bangunannya sangat bagus. Dengan corak gapura dan dinding dari bata merah, Siti Hinggil nampak sebagai tempat bersejarah. Namun, akan sangat bermagna apabila tempat ini dirawat dan dijaga kebersihannya, sehingga memiliki pancaran aura sejarah dan nilai spiritualnya. (agung)




    252 Komentar :

    penurun sgot sgpt tinggi
    14 Februari 2014 - 11:20:38 WIB

    obat herbal penurun sgot sgpt tinggi http://goo.gl/vycB9X
    obat herbal penyakit kista
    14 Februari 2014 - 11:30:44 WIB

    obat herbal penyakit kista http://bit.ly/1egmbp2
    pelangsing perut alami
    14 Februari 2014 - 11:39:39 WIB

    pelangsing perut alami http://goo.gl/rpPcxA
    obat gagal ginjal aman
    14 Februari 2014 - 11:48:41 WIB

    obat gagal ginjal aman http://bit.ly/1fXF2dv
    obat tipes alami
    14 Februari 2014 - 12:42:24 WIB

    obat tipes alami http://bit.ly/1nonZBY
    obat batuk darah
    14 Februari 2014 - 13:10:09 WIB

    obat batuk darah http://bit.ly/1bMtgRK
    obat kelenjar getah bening alami
    14 Februari 2014 - 13:18:54 WIB

    obat kelenjar getah bening alami http://bit.ly/1noo60e

    obat tradisional penyakit tipes segala usia
    14 Februari 2014 - 13:37:57 WIB

    obat tradisional penyakit tipes segala usia http://goo.gl/eOw90A
    pengobatan alternatif penyakit parkinson
    14 Februari 2014 - 13:48:11 WIB

    pengobatan alternatif penyakit parkinson http://bit.ly/1odhWDe
    menurunkan kadar trigliserida tinggi
    14 Februari 2014 - 14:01:52 WIB

    menurunkan kadar trigliserida tinggi http://bit.ly/1dGxruR
    << First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 26 | Next > | Last >>
    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)