Selasa, 28 November 2017 - 20:49:30 WIB
Babinsa Koramil 01/Cilacap Ikuti Bintek Penyusunan RDK - RDKK
Diposting oleh : Widodo
Kategori: Berita Kota - Dibaca: 545 kali

Cilacap - Penyusunan Rencana Definitif Kelompok tani (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok tani (RDKK) merupakan kegiatan strategis yang harus dilaksanakan secara serentak dan tepat waktu, sehingga diperlukan suatu gerakan untuk mendorong Poktan menyusun RDK/RDKK dengan benar dan sesuai dengan kebutuhan petani.

Mengingat kemampuan petani dalam penyusunan RDK/RDKK masih terbatas, maka Babinsa dan penyuluh pertanian perlu mendampingi dan membimbing Kelompok Tani.

Demikian yang dilakukan oleh Babinsa Kelurahan Sidakaya, Koramil 01/Cilacap, Kodim 0703/Cilacap Serka Ali Nurhadi dalam mengikuti bintek tentang penyusunan RDK dan RDKK kepada para gapoktan se-Kecamatan Cilacap Selatan di Pendopo Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Selasa (28 November 2917).

Babinsa Kelurahan Sidakaya, Serka Ali Nurhadi menuturkan, Dinas pertanian Kabupaten Cilacap dalam pendampingan bersama komponen lain termasuk  Babinsa mendukung agar petani di wilayah kita ini bisa berhasil dalam pertanian dengan baik.

“Para gapoktan harus melaporkan kepada pendamping mulai dari luas lahan yang di tanami dan kebutuhan pupuk,” ujarnya.

Menurut Serka Ali Nurhadi, hal itu agar dipahami dan mengerti oleh seluruh petani, bahwa pemerintah memberi subsidi kepada petani berupa pupuk Urea 300 kg per hektare, ZA  50 Kg per hektare, Sp 150 Kg per hektare, Poska 500 Kg per hektare dan pupuk Organik 500 Kg per hektare.

Ia juga mengimbau kepada para petani mulai ditingkatkan untuk  penggunaan pupuk Organik, sehingga pemakaian pupuk yang lain akan berkurang dan lebih hemat.

Selain itu, lanjut Serka Ali Nurhadi, para petani agar segera melengkapi data, karena pemerintah akan membuatkan Kartu Tani. Peruntukannya sebagai alat membeli pupuk bersubsidi, tabungan, sehingga memudahkan mentransfer dan sebagainya.

“Tahun  2018 mendatang untuk  pembelian Pupuk  bersubsidi harus menunjukkan Kartu Tani. Para petani juga dianjurkan untuk mengikuti program asuransi petani,” tuturnya.

Serka Ali Nurhadi menegaskan, perlu diketahui, bahwa usaha tani mengalami beberapa musibah atau kegagalan panen karena banjir, serangan hama pada tanaman.Maka diharapkan anggota tani mengikuti program asuransi Petani.

“Harapannya, para petani bisa berhasil dengan baik, sehingga dapat mencukupi kebutuhan sehari hari dan hasil panen dapat meningkat." terangnya.

Serka Ali Nurhadi juga menyarankan para petani mengikuti program pemerintah, karena yang mendapat subsidi juga para petani itu sendiri. Bila terjadi kendala, bisa menghubungi Babinsa di wilayah masing-masing.

“Selain menanam padi, petani juga dapat menanam tanaman pertanian yang lainnya agar dapat meningkatkan tarap hidup,” jelasnya. //Wd/Pendim.