Sabtu, 25 November 2017 - 13:20:13 WIB
Cibunar Di Lereng Ciremai
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Budaya - Dibaca: 545 kali

Gunung Ciremai dengan ketinggian 3.078 mdpl, menjadi idola bagi para pendaki karena jalurnya yang sulit dan menantang. Selain menjadi gunung tertinggi di Jawa Barat yang letak keberadaannya diantara tiga kabupaten yaitu Kuningan, Majalengka, dan Cirebon, salah satu jalur pendakiannya juga menyimpan catatan sejarah kemerdekaan Indonesia dan sejarah Walisanga. Tempat itu adalah Linggarjati sebuah nama desa yang berada di Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Jalur suci demikian orang menyebutnya. Disebut jalur suci karena pernah dilalui Walisanga saat menuju puncak Ciremai, konon sebelum melakukan perjalanan para wali mensucikan diri dengan berwudhu di mata air Cibunar. Mata air terakhir sebelum pendakian karena sumber mata air selanjutnya berada di kawah yang letaknya dipuncak gunung, itupun dengan aroma belerang. Saat ini sumber mata air Cibunar masih terjaga keberadaannya, letaknya di pos dua Cibunar dengan ketinggian 850 mdpl atau pos terakhir yang bisa dilalui kendaraan bermotor.

Cibunar yang memiliki arti "air susu ibu" ini menjadi bagian terpenting sebelum melakukan pendakian di Gunung Ciremai. Ciremai yang juga berarti "cermin", bagi siapapun yang mendakinya. Pendakian ke gunung ini ibarat orang melihat perjalanan hidupnya meskipun dengan jalur yang sama tapi masing-masing beda beban dan kesulitannya. Ibarat kehidupan, Cibunar memberikan bekal berupa air dan restu dari seorang ibu dengan bersuci atau berwudhu sebelum menempuh perjalanan hidup hingga duduk di batu lingga atau lingga jati (sebuah pencapaian).

Linggarjati atau lingga jati yang berarti singgasana yang sejati. Konon raja-raja dari trah Prabu Silihwangi saat dinobatkan menjadi raja tidak sekedar mengenakan mahkota saja tetapi juga harus duduk di batu lingga untuk mendapatkan pengesahannya. Batu lingga di jalur linggarjati berada di pos Sembilan, tempat yang dikenal sebagai peristirahatan Gusti Sinuhun Gunung Jati sebelum melanjutkan ke kawah Ciremai yang dipercaya sebagai tempat bersemayamnya Raja Sulaiman.

Demikian cerita sesepuh terdahulu tentang Gunung Ciremai dan filosofinya sebagai cermin kehidupan khususnya di tanah Pasundan seperti yang dituturkan oleh Abah Iye (67) saat dijumpai Pamor di Cibunar. Rabu, 22 November 2017 lalu.//sp.