Sabtu, 11 September 2010 - 02:04:35 WIB
ABOGE
Diposting oleh : Suparjo
Kategori: Tradisi - Dibaca: 20564 kali

Aboge; asal kata dari Alip Rebo Wage. Ajaran Islam yang menurut sesepuhnya merupakan ajaran yang dibawa dan disebarkan oleh Raden Sayid Kuning. Aboge ditranformasikan kepada pemeluknya secara tradisional melalui pendidikan keluarga dan pertemuan para penganut Aboge. Di Kabupaten Banyumas penganut Aboge yang berjumlah ribuan tersebar di sejumlah desa antara lain di Desa Cibangkong (Pekuncen), Desa Kracak (Ajibarang), Desa Cikakak (Wangon), Desa Tambaknegara (Rawalo).

Di Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, ratusan warga penganut Islam Aboge melaksanakan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1431 Hijriah yang jatuh pada hari Sabtu (11/09/2010) di Masjid Al Ikhlas, berbeda sehari dengan waktu jatuhnya 1 Syawal yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Umat Islam Aboge menentukan jatuhnya 1 Syawal berdasarkan perhitungan kalender Jawa yang sudah dilakukan secara turun temurun. Menurut Ki Jamang Sudiworo (61) sesepuh aboge, aliran Islam Jawa (aboge) sudah ada secara turun-temurun, bahkan sejak akhir jaman kerajaan Hindu. Aboge sendiri berasal dari kata alif rebo dan wage yaitu awal perhitungan para leluhur mereka dahulu yang memulai lebaran pada hari Rebo Wage.

"Kami melakukannya berdasar keyakinan dari nenek moyang kami turun temurun dan meski beda satu hari tetapi ada rumusan perhitungannya." tutur ki Jamang. Usai melaksanakan shalat, seluruh jamaah Shalat Id menggelar silaturahmi dengan bersalam-salaman dihalaman masjid. Dalam hal bersalaman kaum pria dan wanita bergabung menjadi satu, yang diakhiri dengan kenduri dan makan bersama dengan bekal yang dibawa dari rumah. Raden Sayyid Kuning Sementara di Kabupaten Purbalingga tepatnya di Desa Onje, Kecamatan Mrebet, yang diyakini sebagai pusat penyebaran Islam Aboge di Banyumas. Ratusan penganut Islam Aboge melaksanakan Shalat Id di Masjid Sayid Kuning yang diyakini sebagai masjid tertua di Purbalingga.

Usai shalat Id jamaah menyempatkan untuk ziarah ke makam Raden Sayid Kuning dan dilanjutkan bersilaturahmi dengan sesama warga yang sebagian besar berasal dari Desa Onje. Masjid Sayid Kuning dibangun sekitar Abad ke XIV oleh Syekh Syamsudin, seorang ulama dari tanah Arab, yang kemudian disempurnakan oleh Empat dari Sembilan Wali Songo yaitu Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, Sunan Kudus, dan Sunan Kalijaga. Menurut Maksudi, Imam masjid yang juga keturunan kesembilan dari Raden Sayid Kuning. Aboge bukan merupakan suatu aliran dalam Agama Islam.

Aboge adalah perhitungan kalender Jawa yang berdasarkan pada masa peredaran windu atau delapan tahunan, satu windu menurut aboge terbagi atas; Tahun Alip, He, Jim awal, za, Dal, Ba, Wawu, dan Jim akhir. Hitungan ini sudah turun temurun sejak jaman wali songo yang diteruskan oleh Raden Sayid Kuning dan tetap ada hingga sekarang.//adi/slamet