Kamis, 19 Oktober 2017 - 12:00:38 WIB
Kerajinan Pipa Rokok Dari Bonggol Pisang
Diposting oleh : Ipung
Kategori: Ekonomi Rakyat - Dibaca: 526 kali

 

Pohon pisang mengandung banyak sekali manfaat, selain diambil buah, daun dan seratnya, ternyata bonggol pisang juga bisa dimanfaatkan untuk kerajinan tangan. Salah satunya adalah sebagai bahan untuk membuat pipa rokok.

Adalah Suratno (41) asal Desa Karangtalun, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Mengolah bonggol pisang untuk membuat pipa rokok sudah ia jalani lebih dari satu tahun ini, dan keahlian tersebut ia peroleh dari salah satu sahabatnya.

Untuk membuat pipa rokok dari bonggol pisang sangat dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran, karena bonggol pisang harus menjalani proses pengepresan dan pengeringan yang dilakukan dengan cara tradisional. Proses pengeringan juga tergantung pada cuaca. Jika cuacanya sedang panas, setidaknya dibutuhkan waktu kurang lebih sepuluh hari.

Kendati hampir semua bonggol pisang bisa diolah untuk membuat pipa rokok, namun Ratno, biasa ia disapa hanya menggunakan bonggol pisang klutuk wulung saja. Pipa rokok bonggol pisang klutuk wulung dipercaya mampu menyerap kandungan nikotin hingga tujuh puluh lima persen.

Cara pembuatannya sendiri terbilang cukup gampang, bonggol pisang terlebih dahulu dikuliti untuk diambil bagian dalamnya yang kemudian dibelah menjadi beberapa bagian. Biasanya untuk pipa ukuran sedang dibutuhkan bahan kuranglebih lima belas centimeter persegi.

Bonggol pisang yang sudah dibentuk persegi panjang tersebut kemudian diikat dengan tali karet di seluruh permukaannya lalu dijemur dibawah terik matahari. Lilitan tali karet ini juga harus benar-benar kuat, dan proses ini dilakukan setiap hari sampai bonggol menjadi kecil dan keras.

"Jadi prosesnya diulang-ulang, dililit pake karet yang kuat trus dijemur dan besok paginya karet dilepas trus diiket yang kuat lagi trus dijemur lagi dan begitu seterusnya sampai bonggol jadi kecil dan kering," terangnya.

Pada proses pengeringan ini bonggol pisang juga tidak boleh sedikit pun kena air terlebih air hujan. Jika bonggol sampai terkena air, maka akan muncul jamur dan itu berpengaruh pada warna, rasa maupun aroma ketika sudah menjadi pipa.

Untuk membuat lobang pada pipa, Ratno mempunyai teknik sendiri, yaitu dengan cara menancapkan kawat, biasanya kawat yang dipakai adalah jeruji sepeda. Kawat tersebut ditancapkan pada batang bonggol sebelum proses pengerasan. Dan kawat akan diganti dengan ukuran yang lebih kecil saat pengerasan bonggol sudah mencapai tujuh puluh persen.

Di tahap pengerasan ini juga dilakukan proses pembengkokan hal ini bertujuan agar pipa terbentuk sempurna. Proses ini dilakukan setelah penggantian kawat ke ukuran yang lebih kecil. Pada proses ini dibutuhkan ketelatenan karena jika dibengkokan terlalu kuat, bonggol akan pecah.

Proses selanjutnya ada pembentukan dan pengamplasan yang juga dilakukan dengan cara manual. Untuk pengamplasannya sendiri dilakukan rata-rata sebanyak lima kali .

Ratno sendiri membuat pipa rokok dari bonggol pisang masih dalam sekala kecil, membuat pipa rokok ia lakukan seusai aktifitasnya sebagai penjaga di salah satu perusahaan swasta di Purbalingga.

Keunikan pipa rokokbonggol pisang bisa dilihat dari bentuk dan tekstur serta rasa yang  khas, berbeda dengan pipa rokok yang menggunakan bahan lain. Sementara untuk harga Ratno menjualnya dengan seratus limapuluh ribu rupiah per batangnya.//ipung